Keterlambatan membayar tagihan Shopee PayLater dapat menimbulkan berbagai dampak negatif
Mulai dari denda finansial, penurunan skor kredit, pemblokiran fitur, gangguan privasi akibat penagihan, hingga risiko masuk daftar hitam kreditur. Berikut penjelasannya :
1. Denda Keterlambatan
Bahaya paling cepat dirasakan ketika Anda menunda pembayaran Shopee PayLater adalah denda keterlambatan sebesar 5% dari total tagihan.
Meskipun angka ini tampak kecil di atas kertas, namun nominalnya bisa cukup besar bila nilai tagihan Anda cukup tinggi.
Misalnya, untuk tagihan Rp2 juta, Anda harus membayar tambahan Rp100 ribu hanya karena telat satu bulan.
Dan jika keterlambatan berlangsung lebih lama, akumulasi denda bisa semakin membebani.
Tak hanya itu, Shopee juga dapat membatasi akses ke sejumlah fitur eksklusif, seperti promo, cashback, dan voucher diskon.
Akibatnya, Anda bukan cuma kehilangan uang, tapi juga berbagai keuntungan yang seharusnya bisa dinikmati.
BACA JUGA:Lirik Lagu Mari Bercinta dari Aura Kasih, Perempuan Cantik yang Dikaitkan Dengan Ridwan Kamil
2. Penurunan Skor Kredit
Salah satu konsekuensi yang sering luput dari perhatian pengguna adalah turunnya skor kredit, karena riwayat transaksi Shopee PayLater dilaporkan ke SLIK OJK.
Sekali Anda tercatat menunggak, catatan itu bisa berimbas pada kemampuan Anda mengakses layanan keuangan di masa depan.
Ketika Anda mengajukan kredit rumah, kendaraan, atau pinjaman usaha, skor kredit akan menjadi pertimbangan utama bank atau lembaga keuangan.
Mungkin jika sekali dua kali tidak terlihat, akan tetapi apabila keterlambatan menjadi kebiasaan, reputasi kredit Anda akan rusak.
Tentunya, hal tersebut bisa membuat pengajuan pinjaman ditolak, atau disetujui dengan bunga yang lebih tinggi karena Anda dianggap berisiko.