Akan tetapi, kemampuannya bisa bergantung pada beberapa hal, termasuk populasi hutan, jumlah daun di pohon dan kanopi.
Selain itu, Tim dari Northern Arizona University menggunakan data dari sensor ECOSTRESS NASA mengukur temperatur permukaan Bumi.
Kenapa demikian, karena cara ini dilakukan untuk mengetahui daun di hutan tropis telah kepanasan dan tidak bisa melakukan fotosintesis.
BACA JUGA:Bulan Januari 2026, 3 Shio Ini Diprediksi Paling Beruntung dan Penuh Kelimpahan
Dari data yang dikumpulkan dari pantauan satelit selama periode 2018-2020 tersebut divalidasi dengan sensor permukaan yang berada di pucuk pohon lima hutan Brasil, Puerto Rico, Panama, dan Australia.
Dan hasil dari analisis ditemukan bahwa temperatur kanopi hutan memuncak di suhu 34 derajat Celcius pada musim kering.
Walaupun sebagian daun telah mencapai 40 derajat Celcius, tetapi sebagian kecilnya (0.01%) melampaui temperatur krisis 46,7 derajat Celcius setidaknya sekali dalam musim kering.
Tak hanya itu, bahkan Science Alert juga menemukan penutupan stomata atau proses menutup pori-pori daun, bisa merusak daun. Kok bisa? Hal dikarenakan daun tidak bisa mendinginkan diri melalui proses tranpirasi.
BACA JUGA:Sidang Praperadilan Kasus Perbankan, Hakim Tolak Prapid Tiga Tersangka
Lebih lanjut, tim peneliti juga melakukan simulasi dengan data yang mereka miliki. Kenapa hal itu dilakukan? Karena, cara ini ditempuh untuk memahami respon hutan tropis pada kenaikan temperatur dan kekeringan yang makin sering terjadi.
Dan, dari hasil simulasi tersebut menunjukkan 1,4% dari pucuk kanopi hutan bisa berhenti berfotosintesis di masa depan sebagai dampak pemanasan global.
Sedangkan ketika suhu melampaui 3,9 derajat Celcius, maka hutan diperkirakan tidak bisa tahan lagi. Daun akan kering dan pohon di seluruh hutan mati satu persatu.
Maka dari itu, para peneliti menekankan perhitungan yang dihasilkan ini baru sebatas probabilitas. Hal tersebut bisa sangat parah ketika adanya perubahan temperatur.
Demikianlah, semoga informasi ini bermanfaat.
BACA JUGA:Harga Antam Sentuh Rp 3 Juta, Saat yang Tepat untuk Borong Emas atau Jual?
Putri Nurhidayati