NASIONAL, RBTV.DISWAY.ID – Belum juga habis pemberitaan terkait super flu, terbaru ada lagi kabar merebaknya virus Nipah di India.
Diketahui bahwa virus Nipah menyebabkan sekitar 100 orang masuk karantina di kawasan Bengal Barat.
Merebaknya virus Nipah ini tentunya memicu kekhawatiran akan terjadinya wabah yang lebih luas.
BACA JUGA:Waspada! Kenali Gejala Virus Nipah yang Menyebar di India
Apa Itu Virus Nipah dan Masa Inkubasi
Virus Nipah adalah penyakit Zoonosis, yakni infeksi yang dapat menular dari hewan ke manusia. Kelelawar buah dan babi diketahui sebagai reservoir alami virus ini.
Bahkan penularannya pun juga bisa terjadi antarmanusia, termasuk melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Bahkan, sampai saat ini belum tersedia vaksin maupun obat khusus.
Adapun untuk masa inkubasi virus Nipah berkisar antara 4 hingga 14 hari setelah terpapar, seperti dikutip dari BBC. Jadi, dalam fase ini, seseorang bisa tampak sehat, tapi virus sudah berkembang di dalam tubuh.
Sehingga, kondisi tersebutlah yang membuat Nipah berisiko memicu penularan tanpa disadari, terutama jika tidak diikuti kewaspadaan kesehatan.
BACA JUGA:Aturan Baru, Kini Registrasi Kartu SIM Resmi Berubah, Simak Cara Baru untuk Beli Nomor HP
Cara penularan virus Nipah
Saat ini wabah Virus Nipah di India meningkat tajam dan memicu kewaspadaan global.
Adapun yang menjadi sumber penularan utama virus Nipah adalah kelelawar, khususnya kelelawar pemakan buah. Tak hanya itu, bahkan babi juga bisa menjadi perantara penularan ke manusia.
Bagaimana cara penularannya? Penularan virus ini bisa terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, terutama lewat urine, air liur, darah, atau cairan tubuh lainnya.
Bahkan, risiko juga meningkat apabila seseorang mengonsumsi buah dengan bekas gigitan kelelawar atau nira/air aren mentah yang terkontaminasi.
BACA JUGA:Orang Pada Beli HP Baru, Diskon Besar Bikin iPhone Air Sold Out