Menyambut Ramadan, Ini Beragam Tradisi Khas di Jawa Tengah

Rabu 11-02-2026,10:12 WIB
Reporter : Putri Nurhidayati
Editor : Septi Widiyarti

NASIONAL, RBTV.DISWAY.ID – Kekayaan budaya Indonesia sangat luar biasa, termasuk tradisi berbagai daerah menjelang bulan suci Ramadan.

Berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi khas ketika menjelang bulan Ramadan, dan masih dijaga hingga sekarang, termasuk masyarakat Jawa.

BACA JUGA:Samsung Galaxy S22+ vs Samsung Galaxy S23+, Cek Perbandingan Spesifikasi dan Harga Terbarunya

Biasanya, setiap daerah memiliki cara unik, seperti ziarah makam leluhur, mandi bersama di sungai, makan bersama keluarga, bahkan hingga adanya ritual adat yang sarat makna spiritual.

Tradisi ini bukan hanya sebagai bentuk penyucian diri, namun juga menjadi momen untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, dan mempersiapkan hati sebelum menjalankan ibadah puasa. 

Tradisi ini mencerminkan nilai religius serta kearifan lokal yang sudah diwariskan secara turun-temurun.

BACA JUGA:Kasus Korupsi, 2 Mantan Sekda dan 5 Pejabat Divonis 2-4 Tahun Penjara

Tradisi Masyarakat di Jawa Tengah Menjelang Ramadan

Berikut ini tradisi masyarakat Jawa menyambut Ramadan yang masih dijalankan hingga sekarang:

1. Tradisi Dugderan - Semarang, Jawa Tengah

Dugderan merupakan tradisi tahunan khas masyarakat Kota Semarang, diselenggarakan setiap menjelang Ramadan sebagai penanda kedatangan bulan puasa. 

Nama Dugderan berasal dari gabungan suara “dug” bedug dan “der” dentuman meriam yang dibunyikan dalam prosesi tersebut. 

Berdasarkan keterangan di laman Dinas Pendidikan Kota Semarang, istilah Dugderan berasal dari bunyi "dug" yang melambangkan suara bedug serta "der" yang menggambarkan dentuman meriam. Kedua bunyi tersebut menjadi simbol pengumuman dimulainya bulan Ramadan kepada masyarakat.

Selain sarat makna religius, Dugderan juga memiliki nilai historis dan budaya. Adapun salah satu ikon tradisi Dugderan yang terkenal yakni Warak Ngendog.

Warak Ngendog, hewan mitologi yang merupakan simbol perpaduan budaya masyarakat Semarang. Bentuknya mencerminkan akulturasi tiga etnis yakni Jawa, Tionghoa, dan Arab. 

Kategori :