Retret Merah Putih dan Mitigasi Langit - Ikhtiar Gubernur Helmi Hasan Bangun Peradaban ASN Bengkulu

Jumat 06-03-2026,08:49 WIB
Reporter : Septi Fitriani
Editor : Septi Fitriani

BENGKULU, RBTVCamkoha.com - Provinsi Bengkulu pernah memiliki catatan kelam terkait korupsi yang menyentuh hampir seluruh sektor pemerintahan. Pejabat berganti-ganti dan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terus terjadi, namun kerugian negara tetap berlanjut dan rakyat merana.

BACA JUGA:Lomba Islami Kampung Ramadhan Syariah Merah Putih Makin Semarak, Grup Hadroh Nurul Nubuwah Targetkan Juara

Di tengah kondisi tersebut, Gubernur Helmi Hasan muncul dengan gagasan yang dianggap tidak biasa oleh sebagian orang. Beliau meyakini bahwa akar masalah korupsi bukan hanya lemahnya pengawasan atau besaran gaji—melainkan jaraknya aparatur dari nilai-nilai agama.

Sehingga lahirlah program Retret Merah Putih dengan konsep Mitigasi Langit, sebuah upaya membentengi ASN dari pengaruh negatif melalui pendekatan spiritual intensif.

BACA JUGA:Reza Bocah 8 Tahun Tersenyum Bahagia dengan Menenteng Baju Lebaran dari Belanja Gratis BSI

Pelaksanaan Program: 72 Jam di Rumah Allah

Program ini dimulai pada 11 Desember 2025 dan hingga kini telah memasuki Angkatan ke-13, dengan jumlah peserta yang signifikan: lebih dari 800 peserta pria, lebih dari 200 peserta wanita, serta lebih dari 2000 pelajar. Pesertanya mencakup seluruh elemen ASN baik pejabat struktural, staf, Tenaga Harian Lepas (THL), laki-laki maupun perempuan dengan tempat pelaksanaan disesuaikan: masjid bagi yang muslim, dan rumah ibadah masing-masing bagi non-muslim.

 BACA JUGA:Resep Cornflakes Cokelat untuk Lebaran 2026, Kue Kering Renyah Tanpa Oven

Gubernur Helmi Hasan dengan tegas menyatakan:

"Masjid ini rumah Allah. Kalau sudah di rumah Allah tidak bisa baik, mau diperbaiki di rumah siapa lagi?"

Beliau juga menegaskan bahwa di bulan Ramadhan—bulan suci penuh ampunan dan rahmat, lalu di bulan ini juga belum bisa memperbaiki diri, mau diperbaiki di bulan apa lagi?"

BACA JUGA:Jadwal Libur Sekolah Lebaran 2026, Siap-siap Libur Panjang

Pernyataan ini menunjukkan bahwa program dirancang untuk memanfaatkan momentum terbaik agar transformasi spiritual berjalan optimal.

Para peserta menjalani program selama 72 jam penuh di tempat ibadah, mengikuti bimbingan intensif dari para pembina. Rangkaian acara dikendalikan langsung oleh Ustadz Saeed Kamyabi, pembina kerohanian kaliber internasional yang menjabat sebagai Ketua Steering Committee Retret Merah Putih. Materi yang disampaikan merupakan pembinaan mendalam yang pernah diterapkan di berbagai negara.

BACA JUGA:Jadwal Buka Puasa Bengkulu Hari Ini 5 Maret 2026, Wilayah Ini Lebih Cepat dari Hari Kemarin

Kategori :