Retret Merah Putih sebagai Cara Bengkulu Realisasikan Amanat Lagu Indonesia Raya
Retret merah putih --
BENGKULU, RBTVCamkoha.com - Hari ini berlangsung Retret Merah Putih Angkatan ke-14 yang diikuti oleh 10 OPD. Total yang sudah ikut 2.956 peserta terdiri dari ASN Provinsi Bengkulu dan pelajar Sekolah Menengah Atas.
BACA JUGA:DKP Kota Bengkulu Siapkan Panen 1 Ton Lele Jelang Lebaran 2026, Dukung Ketersediaan Konsumsi Ikan
Program ini merupakan bagian dari gerakan pembinaan spiritual yang digagas oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, bertujuan untuk memperkuat moralitas, integritas, dan keimanan aparatur sipil negara. Dirancang sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual, retret ini diharapkan membuat ASN tidak hanya menjalankan tugas administrasi, tetapi juga menghadirkan nilai kejujuran dan pengabdian dalam pelayanan publik.
Dilaksanakan dengan pendekatan spiritual dan sosial, kegiatan biasanya berbasis di rumah ibadah seperti masjid, dengan rangkaian aktivitas antara lain membaca buku ta'lim, Al-Qur’an, zikir, muhasabah, serta kunjungan langsung untuk melihat kondisi masyarakat di sekitar. Tujuannya agar para peserta semakin dekat kepada Allah sekaligus lebih peka terhadap kebutuhan rakyat.
Kegiatan berada di bawah koordinasi Ustadz Saeed Kamyabi, H. Syahril, Syafriandi Jahri, Martono, dan Nelly Alesa. Para peserta menjalani pembinaan rohani, penguatan disiplin ibadah, refleksi kepemimpinan, serta penanaman nilai pengabdian kepada masyarakat dan negara.
Program ini juga membawa muatan mitigasi langit sebagai usaha tolak bala. Bengkulu yang berada di kawasan Pacific Ring of Fire memiliki risiko tinggi terhadap berbagai tantangan alam, sehingga pemerintah daerah mendorong upaya mitigasi langit melalui doa, zikir, sedekah, amal kebaikan, dan perbaikan moral aparatur, sebagai bentuk usaha untuk menjaga kesejahteraan dan keamanan wilayah serta seluruh masyarakatnya.
BACA JUGA:Santika Indonesia Hotels & Resorts Perkuat Komitmen Eco-Hotel Melalui Waste Management Launch
Melalui retret ini diharapkan lahir generasi ASN dan pelajar yang kuat spiritualitasnya, bersih integritasnya, serta tulus pengabdiannya kepada rakyat.
Dengan demikian, pembangunan di Bengkulu tidak hanya terbatas pada pembangunan infrastruktur seperti jalan dan gedung, tetapi juga membangun jiwa manusia, sebagaimana amanat lagu kebangsaan Indonesia Raya: "Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya".
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


