Baraan melibatkan kunjungan massal antartetangga secara beramai-ramai pada awal bulan Syawal. Mulai dari Baraan tingkat RT, RW, desa, hingga ke kantor dan komunitas.
Uniknya, setiap kunjungan akan diiringi dengan pembacaan doa sebelum atau sesudah makan yang memperkuat makna Islami dalam tradisi ini.
BACA JUGA:Tanggal Libur Lebaran 2026 PNS, Cek Jadwal Lengkapnya di Sini
5. Ronjok Sayak (Bengkulu)
Di Bengkulu, ada tradisi Ronjok Sayak. Ini merupakan tradisi membakar batok kelapa kering yang ditumpuk hingga setinggi satu meter.
Menurut kepercayaan, tradisi ini sudah dilaksanakan sejak ratusan tahun silam di Bengkulu sebagai penghubung antara manusia dan leluhur. Biasanya, tradisi Ronjok Sayak ini dilakukan setelah melaksanakan salat Isya pada 1 Syawal.
6. Rampak Bedug (Banten)
Sementara di Banten ada tradisi Rampak Bedug, ini adalah seni menabuh bedug sehingga menghasilkan irama khas.
Rampak Bedug menjadi ciri khas seni budaya Banten yang kerap dilakukan pada malam takbiran menyambut Hari Raya Idul Fitri. Tak hanya menjadi bagian budaya Banten, kesenian ini juga menjadi simbol keharmonisan.
7. Festival Meriam Karbit (Pontianak)
Di Pontianak, ada Festival Meriam Karbit. Festival ini dilakukan untuk menyambut Lebaran yang meriah.
Bahkan, festival ini digelar selama tiga hari berturut-turut, dimulai sejak sebelum, sesaat, dan sesudah Lebaran.
Menariknya, Festival Meriam Karbit tidak hanya menjadi tradisi Lebaran, melainkan juga warisan budaya yang kental dengan nilai historis yang terhubung dengan sejarah Kota Pontianak.
BACA JUGA:Daftar Buah dan Sayuran yang Bisa Mengeluarkan Racun dari Dalam Tubuh
8. Binarundak (Sulawesi Utara)
Binarundak adalah salah tradisi dari Sulawesi Utara yang membuat atau memasak nasi jaha bersama selama tiga hari berturut-turut setelah Idul Fitri.