Ancaman Kemarau 2026: Datang Lebih Cepat, Lebih Lama dan Lebih Kering

Senin 16-03-2026,09:12 WIB
Reporter : Putri Nurhidayati
Editor : Septi Widiyarti

Daerah yang Mengalami Kemarau Lebih Dulu 

Adapun untuk daerah yang lebih dulu mengalami kemarau yakni meliputi pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, serta sebagian wilayah Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi.

BACA JUGA:Sekali Main Bisa Cair Ratusan Ribu, Ini Game Penghasil Saldo DANA Gratis yang Layak Dicoba

Ancaman Kemarau Meluas

Disampaikan Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan, bahwa gelombang kemarau berikutnya akan meluas pada bulan-bulan selanjutnya.

"Sebanyak 184 ZOM atau 26,3% wilayah akan memasuki musim kemarau pada Mei, dan 163 ZOM atau 23,3% pada Juni 2026," jelasnya.

Sehingga, secara keseluruhan BMKG memperkirakan 325 ZOM atau 46,5% wilayah Indonesia akan mengalami awal kemarau lebih cepat dari normal. 

Sedangkan untuk 173 ZOM (24,7%) diprediksi sama dengan biasanya dan 72 ZOM (10,3%) justru mundur.

BACA JUGA:Selamat! Ini Pemenang Lomba FINDACIL dan Hadroh Kampung ramadhan Syariah Merah Putih 2026

Wilayah yang Berpotensi Lebih Cepat Kering

Lalu, wilayah mana saja yang berpotensi lebih cepat kering? 

Adapun untuk wilayah yang berpotensi lebih cepat kering yakni mencakup sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, Sulawesi, Maluku hingga Papua.

Puncak Kemarau Tak Serentak 

Selain itu, BMKG juga memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026 di sekitar 429 ZOM atau 61,4% wilayah Indonesia. 

Sejumlah wilayah lain akan mengalami puncak kemarau lebih dulu pada Juli, sementara sebagian lagi pada September.

BACA JUGA:Ini Penyebab Jalan Lintas Timur Ruas Palembang–Betung Terkenal Sering Macet

Kategori :