NASIONAL, RBTVCamkoha.com – Kalimantan adalah pulau dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah, termasuk di Kalimantan Barat (Kalbar).
Kalimantan Barat menjadi salah satu pusat pertambangan utama di Indonesia, dengan kekayaan utamanya komoditas bauksit.
BACA JUGA:Selamat, Ini Daftar 189 Pejabat Eselon III Dan IV Pemkab Seluma yang Dilantik dalam Mutasi Terbaru
Bahkan, Provinsi ini memiliki cadangan bauksit yang sangat besar, mencapai 0,84 miliar ton.
Sebagai informasi, menurut The USGS (United States Geological Survey) dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat nikel Indonesia merupakan yang terbesar ke dua di dunia, sementara bauksit menjadi yang terbesar keempat di dunia. (posisi tersebut bisa berubah seiring berjalannya waktu)
Perlu diketahui, bahwa Bauksit adalah komoditas tambang yang bisa diolah menjadi produk bernilai tambah besar dan dicari banyak pihak.
BACA JUGA:Jadi Primadona Hidangan, Rupanya Ini 7 Manfaat Bawang Merah Bagi Tubuh
Lokasi Penghasil Bauksit di Kalbar
Tambang bauksit terbesar di Kalimantan Barat berpusat di Kabupaten Ketapang, yang dikelola oleh PT Well Harvest Winning (WHW), perusahaan smelter SGA pertama dan terbesar di Asia Tenggara.
Daerah utama penghasil bauksit di Kalbar meliputi Ketapang, Sanggau, dan Mempawah, yang menyumbang 35 persen cadangan nasional dengan estimasi 420 juta ton.
Wilayah Ketapang, Sambas, dan Sanggau menjadi area produksi utama dengan kualitas bauksit grade A (kadar alumina >50%). Cadangan terbukti mencapai 180 juta ton, cukup untuk produksi 50-70 tahun ke depan.
BACA JUGA:Bulan Syawal, Rutin Baca Sholawat Nariyah dan Sholawat Jibril, Ini Keutamaannya
Infrastruktur dan Dampak Ekonomi
Kalimantan Barat memiliki 15 pelabuhan yang mendukung ekspor bauksit dengan kapasitas produksi total 15 juta ton per tahun.
Jadi, untuk industri bauksit menyerap 35.000 tenaga kerja langsung dan berkontribusi 18% terhadap PDRB provinsi senilai Rp 2,8 triliun per tahun.