SELUMA, RBTVCamkoha.com – Sepasang suami istri yang sudah lanjut usia, warga Desa Penago I Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma tengah menarik perhatian publik.
Ini setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan kondisi memprihatinkan yang dialami sepasang lansia di Kabupaten Seluma bernama Mbah Pungut (78) dan istrinya, Sutinah (56).
Di saat tubuh renta mereka membutuhkan sandaran yang nyaman, nasib memilukan justru harus dialami. Pasangan lansia ini terpaksa menghabiskan hari tua mereka di dalam sebuah gubuk bambu yang jauh dari kata layak.
Mirisnya, ruang hidup mereka hanya berukuran 2x2 meter dengan lantai yang masih berupa tanah keras. Kondisi ini sudah mereka jalani selama hampir sewindu atau 8 tahun terakhir.
BACA JUGA:Pembobol Rumah di Desa Suban Ayam Rejang Lebong Akhirnya Diciduk Polisi
Kehidupan sehari-hari pasangan buruh harian ini dipenuhi keterbatasan. Di dalam gubuk yang sangat sempit itu, area tempat tidur dan dapur terpaksa menyatu tanpa sekat serta tanpa kakus.
Ujian terberat datang setiap kali langit Seluma mulai mendung. Atap gubuk yang terbuat dari daun rumbia kini sudah lapuk dimakan usia.
"Kami kerja buruh harian, penghasilan pas-pasan buat makan sehari-hari. Kalau hujan deras, saya dan istri harus bergantian terjaga untuk menampung air agar tidak kebanjiran," cerita Mbah Pungut dengan suara bergetar.
Gubuk tersebut berdiri di atas tanah hibah pemberian almarhumah ibu angkat Mbah Pungut. Sebenarnya, mereka memiliki dua orang anak.
Namun, kedua buah hati mereka telah berkeluarga dan kini tinggal jauh di kabupaten tetangga dengan kondisi yang juga serba terbatas.
Kepala Desa Penago I, Rustam Effendi saat dikonfirmasi menceritakan bahwa Mbah Pungut dan istri sebenarnya sempat merantau, kemudian selama beberapa tahun lalu, mereka sempat menempati mess penjaga pintu irigasi di Desa Rawa Indah, Kecamatan Ilir Talo.
Namun, faktor usia dan fisik yang kian melemah memaksa mereka menyudahi masa perantauan.
Mereka akhirnya memilih pulang kampung dan mendirikan gubuk bambu tersebut untuk bertahan hidup. Untuk menyelamatkan warganya, pihak pemerintah desa mengaku tidak tinggal diam.
"Proposal bantuan sudah kami ajukan ke Dinas Perkimhub Seluma dan BAZNAS Kabupaten Seluma. Kami sangat berharap kedua orang tua kita ini bisa segera mendapatkan hunian yang layak," tegas Rustam Effendi.