SELUMA, RBTVCamkoha.com - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Seluma kembali mencuat.
Seorang pelajar bernama Izan Dinata (14), siswa kelas 3 SMP Negeri 2 Seluma, Kelurahan Sembayat, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Tais selama tiga hari.
Pihak keluarga mengaku sama sekali tidak menyangka akan kepergian korban. Sebab, sebelum berpulang, kondisi kesehatan Izan sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan, bahkan ia sempat berkomunikasi dan mengajak keluarganya untuk pulang ke rumah.
Namun, kondisi kesehatan Izan mendadak memburuk secara drastis memasuki fase kritis. Puncaknya terjadi pada Rabu malam (15/7) sekitar pukul 20.14 WIB, korban mengalami gejala muntah darah sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kasi Kesra Desa Kunduran, Kecamatan Seluma Timur, yang juga merupakan paman korban, Nurdin berharap agar Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma segera mengambil tindakan nyata.
BACA JUGA:Sepasang Lansia di Seluma Bertahan di Gubuk Bambu 2x2 Meter
Ia mendesak pemerintah setempat untuk segera melakukan pengasapan (fogging) di wilayah Desa Kunduran. Permintaan ini diajukan mengingat jumlah penderita DBD di desa tersebut kian mengkhawatirkan, di mana saat ini masih ada dua warga desa lain yang sedang dirawat di RSUD Tais.
"Menyikapi hal ini, saya memohon kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan, agar dapat secepatnya bertindak melakukan fogging di desa kami. Sampai saat ini, selain sudah menelan korban jiwa, masih ada warga kami yang harus dirawat di rumah sakit," ujar Nurdin.
Berdasarkan data sepekan terakhir, jumlah korban meninggal dunia akibat serangan wabah DBD di Kabupaten Seluma kini tercatat sebanyak dua orang. Kasus kematian pertama sebelumnya dialami warga Desa Air Latak, Kecamatan Seluma Barat.
BACA JUGA:Ini Jadwal Final Piala Dunia 2026: Duel Spanyol vs Argentina
Untuk diketahui, Demam Berdarah Dengue (DBD) umumnya berlangsung selama 7 hingga 10 hari yang terbagi ke dalam tiga fase utama:
1. Fase Demam: Berlangsung pada hari ke-1 hingga hari ke-3 (atau hingga hari ke-7 dalam beberapa kasus). Ditandai dengan demam tinggi mendadak yang bisa mencapai 40°C. Pada fase ini, asupan cairan tubuh harus terus dipantau secara ketat.
2. Fase Kritis: Terjadi selama 24–48 jam, biasanya pada hari ke-4 hingga ke-6. Fase ini menipu karena demam justru akan turun mendekati normal (sekitar 37°C). Namun, ini merupakan masa paling rawan di mana risiko kebocoran plasma, syok, dan perdarahan hebat—seperti muntah darah—bisa terjadi secara mendadak.
3. Fase Pemulihan: Berlangsung selama 48–72 jam setelah berhasil melewati fase kritis. Kondisi umum tubuh pasien akan mulai berangsur membaik dan jumlah trombosit di dalam darah akan naik kembali secara perlahan.