BENGKULU, RBTVCamkoha.com - Dinas Energi dan Sumber Daya Manusia (Dinas ESDM) Provinsi Bengkulu bersama Pertamina mendatangi empat titk SPBU penyalur bio solar di Kota Bengkulu untuk melakukan pengecekan stok Bio Solar di SPBU dan penyebab panjangnya kendaraan untuk mengantre membeli Bio Solar.
Walaupun Pertamina telah menambah kuota sejak awal Juli 2026 lalu, namun antrean kendaraan untuk membeli Bio Solar di SPBU tetap saja mengular karena efek harga dari Pertamina Dex dan Dexlite.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana menyampaikan bahwa hasil pengecekan di SPBU Kandang, SPBU Bumi Ayu, SPBU KM 8 dan SPBU Tebeng, diketahui bahwa stok dan suplai bio solar tak pernah terhambat dan mencukupi untuk kebutuhan perhari.
Hasil pengecekan, antrean panjang di SPBU disebabkan banyaknya pengendara yang beralih membeli Bio Solar, padahal sebelumnya menggunakan Dexlite dan Pertamina Dex.
"Tak ada kendala untuk stok, suplai pun lancar, namun dari keterangan seluruh SPBU yang didatangi, antrean disebabkan oleh peralihan dari pengguna Dexlite ke Bio Solar, sehingga antrean cukup panjang terjadi," terang Rico Yulyana, Rabu (22/7).
BACA JUGA:Nanik S Deyang Ungkap Alasan Mundur dari Jabatan Kepala BGN
Hal senada diungkapkan oleh pihak SPBU, Hazil Hamrat, terkait penyebab mengularnya antrean kendaraan yang membeli Bio Solar.
Untuk mengantisipasi salah guna penyaluran BBM subsidi ini, pihaknya mengecek semua barcode pemilik kendaraan, serta melakukan pembatasan pembelian maksimal 40 liter untuk kendaraan pribadi sehingga seluruhnya kebagian dan antrean tak terlalu lama.
"Barcode diperketat dan pembatasan pun diberlakukan khusus untuk kendaraan pribadi, asalkan punya barcode tetap dilayani dengan pengecekan plat kendaraan yang tertera di barcode," sampainya.
BACA JUGA:36.888 Warga Bengkulu Utara Belum Terima Bantuan Pangan Periode Juli 2026
Sementara itu Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Bengkulu, Ahmad Rifqi Maimun mengatakan strategi pun diberlakukan oleh pihaknya untuk menyediakan stok agar tak terlambat, yakni dengan mempercepat pengiriman seperti stok untuk hari ini disuplai sehari sebelumnya agar stok tetap tersedia dan antrian bisa terurai.
"Hal ini sudah berlangsung, dan ini merupakan langkah bagi kami agar suplai tak terhambat dan jangan sampai di SPBU terjadi kekurangan," ungkapnya.