NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Setiap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan banyak tenaga. Mulai dari petugas persiapan bahan, juru masak, ahli gizi, admin, hingga sopir distribusi.
Besaran gaji pun berbeda-beda, tergantung posisi, tanggung jawab, serta Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di masing-masing daerah.
Secara umum, gaji pekerja dapur MBG berada di kisaran Rp2 juta hingga Rp7 juta per bulan. Selain gaji pokok beberapa posisi juga berpeluang memperoleh tunjangan, seperti uang makan atau transportasi, sesuai kebijakan pengelola SPPG.
Setiap posisi memiliki tugas yang berbeda, salah satunya bagian relawan membantu aktivitas dapur sehari-hari, mulai dari menyiapkan bahan, menjaga kebersihan, hingga membantu distribusi makanan.
BACA JUGA:Gadai Motor Matic di Pegadaian, Bisa Cair Berapa? Begini Estimasi dan Syaratnya
Ahli gizi bertanggung jawab menyusun menu yang memenuhi standar gizi dan mengawasi kualitas bahan pangan.
Di sisi administrasi, akuntan mengelola keuangan, membuat laporan, serta mengurus pembayaran, sementara itu, admin bertugas mengelola data penerima manfaat, menyusun jadwal kerja, dan mengarsipkan dokumen.
Chef atau juru masak memimpin proses memasak dalam jumlah besar agar makanan tetap lezat dan siap dikirim tepat waktu. Ada juga asisten lapangan yang memastikan proses distribusi berjalan lancar dan menjadi penghubung antara dapur dengan sekolah penerima.
Kemudian sopir bertugas mengantarkan makanan ke sekolah maupun mengambil bahan baku dari pemasok. Untuk operasional dapur, bagian persiapan bertugas mencuci, memotong, dan menyiapkan bahan makanan.
Bagian pemorsian memastikan setiap porsi sesuai standar gizi, sedangkan petugas cuci ompreng menjaga kebersihan wadah makan agar siap digunakan kembali.
Berikut kisaran gaji karyawan MBG berdasarkan posisi:
- Relawan: Rp2.100.000–Rp3.500.000 per bulan.
- Ahli gizi: Rp4.000.000–Rp6.500.000 per bulan.
- Akuntan: Rp4.500.000–Rp6.500.000 per bulan.
- Chef: Rp3.500.000–Rp5.500.000 per bulan.