BACA JUGA:PECAH, Perdana Pengundian Nasional Simpeda Disaksikan Puluhan Ribu Masyarakat dan Konser Band Ungu
4. Periksa bentuk lubang pada meterai
Meterai asli mempunyai detail lubang atau perforasi yang dibuat dengan pola tertentu. Bentuk lubangnya dapat terlihat seperti bulat, oval, dan bintang.
Pada meterai palsu, lubang tersebut biasanya terlihat kurang rapi, tidak detail, atau seperti dibuat seadanya. Memang detail ini cukup kecil, jadi mungkin perlu dilihat lebih dekat untuk memastikannya.
5. Perhatikan kualitas perekat
Meterai asli memiliki perekat yang cukup baik sehingga dapat menempel dengan kuat pada dokumen. Meterai yang mudah terlepas setelah ditempel bisa menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
6. Lakukan pengecekan secara menyeluruh
Agar lebih yakin, jangan hanya melihat satu ciri. Coba periksa beberapa bagian sekaligus, seperti:
- Logo Garuda Pancasila dan tulisan “REPUBLIK INDONESIA”.
- Tekstur tulisan dan angka nominal.
- Perubahan warna pada hologram.
- Pola lubang atau perforasi.
- Kondisi dan kualitas keseluruhan meterai.
Semakin banyak bagian yang diperiksa, semakin kecil kemungkinan kita melewatkan tanda-tanda yang mencurigakan.
Bagaimana dengan e-Meterai?
Untuk e-Meterai, cara pengecekannya tentu berbeda karena tidak berbentuk fisik. Pengguna dapat menggunakan layanan resmi PERURI untuk melakukan verifikasi dan memastikan tanda tangan elektronik pada dokumen dapat terbaca dan diverifikasi.
(Hafidzah)