Mindfulness: Panduan Pemula Menemukan Damai di Tengah Huru-hara Dunia
Mindfulness, kesadaran apa yang sedang terjadi dan menerimanya sebagai sebuah kenyataan.--
NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Di tengah cepatnya ritme hidup modern, berbagai tuntutan sering kali membuat pikiran kita sulit fokus dan terus terdistraksi. Terkadang terjebak dalam penyesalan masa lalu, atau sering merasa cemas dan overthinking memikirkan masa depan yang belum pasti.
Sehingga membuat banyak waktu dihabiskan hanya dengan melamun atau memikirkan hal-hal negatif. Dengan pikiran yang tidak berhenti ini bisa menguras pikiran bahkan tenaga, yang pada akhirnya memicu stres kronis, kelelahan mental, hingga gangguan kecemasan (anxienty) yang memengaruhi kualitas hidup.
Untuk mengurangi stress dan membuat lebih tenang, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mindfulness.
Apa itu Maindfulness?
Secara bahasa mindfulness dapat diartikan sebagai “kesadaran penuh” atau “perhatian penuh”. Dari sisi psikologis klinis, mindfulness diartikan sebagai kemampuan dasar manusia untuk hadir sepenuhnya di momen saat ini.
Yang berarti benar-benar sadar di mana kamu berada dan apa yang sedang kamu lakukan, tanpa terlalu reaktif atau merasa kewalahan akan apa yang terjadi di sekitar.
BACA JUGA:Waktu Makan Selalu Jadi Drama? Begini Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Orang yang mempopulerkan Mindfulness-Based Stres Reduction (MBSR) adalah Jon Kabat-Zinn yang menurutnya, mindfulness adalah kesadaran yang muncul dengan cara memberikan perhatian secara sengaja, pada saat ini, dan menerima tanpa menghakimi.
Ada tiga komponen utama dalam konsep mindfulness:
1. Niat
Harus memiliki tujuan yang jelas, mengapa ingin berlatih kesadaran. Misal, untuk mengurangi stres atau beristirahat dari rutinitas yang melelahkan.
2. Perhatian
Harus memfokuskan perhatian pada rangsangan fisik, seperti pernapasan, suhu udara di kulit. Serta emosi yang sedang dirasakan.
3. Sikap
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

