BENGKULU, RBTVCamkoha.com - Polresta Bengkulu kembali bergerak cepat merespons keresahan masyarakat terhadap aktivitas kelompok geng motor yang diduga mengganggu keamanan dan ketertiban di Kota Bengkulu.
Dalam pelaksanaan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari (16–17 Oktober 2026), jajaran Polresta Bengkulu mengamankan empat anak yang diduga terafiliasi dengan kelompok geng motor.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Rahmad Hidayat, S.S., M.H., sebagai bentuk keseriusan kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya pada malam akhir pekan yang berpotensi diwarnai aktivitas yang meresahkan warga.
BACA JUGA:Kebakaran Ruko di Bengkulu Utara, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta, Api Diduga dari Freezer Es Krim
Keempat anak yang diamankan selanjutnya akan menjalani pemeriksaan untuk mendalami dugaan keterlibatan mereka serta mengembangkan informasi yang diperoleh petugas. Penanganan dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap memperhatikan status mereka sebagai anak.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmad Hidayat menegaskan bahwa kegiatan KRYD merupakan langkah preventif sekaligus respons kepolisian untuk mencegah gangguan kamtibmas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
BACA JUGA:Harga BBM Pertamina 18 Oktober 2026 di Pulau Sumatera, Cek Daerahmu!
“Polresta Bengkulu berkomitmen menjaga keamanan Kota Bengkulu. Kami tidak ingin masyarakat merasa takut atau terganggu akibat aktivitas kelompok yang berpotensi menimbulkan keresahan. Karena itu, patroli dan kegiatan kepolisian akan terus ditingkatkan, terutama pada waktu dan lokasi yang dinilai rawan,” tegas Kapolresta.
Menurutnya, upaya menjaga keamanan tidak hanya dilakukan melalui patroli dan penindakan, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua, keluarga, serta lingkungan dalam mengawasi dan membimbing anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang berisiko.
Kapolresta mengingatkan bahwa masa depan generasi muda harus dijaga bersama. Anak-anak perlu diarahkan pada kegiatan positif, seperti pendidikan, olahraga, kegiatan keagamaan, dan aktivitas sosial yang bermanfaat, sehingga tidak terlibat dalam tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
BACA JUGA:Belum Gajian tapi Banyak Kebutuhan? Manfaatkan Gadai Sepeda di Pegadaian, Ini Simulasinya
“Kami mengimbau para orang tua agar lebih peduli terhadap aktivitas anak-anaknya, mengetahui dengan siapa mereka bergaul dan ke mana mereka pergi, terutama pada malam hari. Jangan sampai kurangnya pengawasan membuat anak terlibat dalam kelompok atau kegiatan yang berujung pada persoalan hukum,” ujarnya.
Kapolresta juga memberikan peringatan tegas kepada pihak-pihak yang masih melakukan aktivitas geng motor yang mengganggu ketenteraman masyarakat. Ia meminta agar kegiatan tersebut segera dihentikan dan tidak ada lagi tindakan yang membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar.
“Kepada siapa pun yang masih melakukan aktivitas geng motor dan meresahkan masyarakat, kami minta segera hentikan. Polresta Bengkulu akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan hukum terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan. Kami ingin Kota Bengkulu tetap aman, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dan beristirahat dengan tenang,” tambahnya.
Polresta Bengkulu akan terus meningkatkan patroli, kegiatan preventif, dan penegakan hukum secara profesional serta proporsional guna mencegah potensi gangguan keamanan. Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan atau gangguan kamtibmas melalui layanan darurat Polri 110.