BERKILAU, Harga Emas Bisa Rp 2 Juta per Gram, Analisa Pakar Ini Ekstrem tapi Bikin Senyum

Senin 16-01-2023,10:05 WIB
Reporter : Tim Liputan

Kepala ekonom UBS, Arend Kapteyn, bahkan memprediksi The Fed akan memangkas suku bunga mulai bulan Juli nanti.

"Kami pikir mereka (The Fed) akan memangkas suku bunga tahun ini. Kami pikir yang pertama akan dilakukan pada bulan Juli" kata Kapteyn sebagaimana dilansir Market Insider, Selasa (10/1/2023).

Proyeksi Kapteyn lebih cepat dari ekspektasi pelaku pasar. Kapteyn memprediksi PCE inti akan terus turun menjadi 2,1% di akhir tahun ini.

BACA JUGA:11 Titik Harta Karun Bawah Laut Ada di Raja Ampat Bengkulu

"Perbedaan kami dengan The Fed adalah mereka melihat PCE inti berada di 3,5% pada akhir 2023, kami melihat di 2,1%," ujar Kapteyn.

Menguatkan ekspektasi The Fed akan memangkas suku bunganya lebih cepat, sektor konstruksi Amerika Serikat mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam dua setengah tahun terakhir.

Institute for Supply Management (ISM) Jumat lalu melaporkan sektor jasa Amerika Serikat mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam dua setengah tahun terakhir.

BACA JUGA:Raja Ampat Bengkulu Bersolek, Menhub Saja Kagum, Ini Potensinya

ISM melaporkan purchasing managers' index (PMI) jasa turun menjadi 49,6 jauh dari bulan sebelumnya 56,5. Angka di bawah 50 berarti kontraksi, sementara di atasnya adalah ekspansi.

Kontraksi tersebut menjadi tanda gelapnya perekonomian AS pada 2023, resesi sudah membayangi.

Untuk diketahui sektor jasa merupakan kontributor terbesar produk domestik bruto (PDB) AS berdasarkan lapangan usaha. Kontribusinya tidak pernah kurang dari 70%.

BACA JUGA:Pasar Berdiri di Kawasan TWA, Ini yang Dilakukan Pemkot

Dengan resesi yang pasti terjadi dan inflasi terus menurun, peluang The Fed memangkas suku bunganya pada pertengahan tahun ini tentunya terbuka.(tim)

Kategori :