Tutup Porseni NU, Kapolri Gelorakan Semangat Persatuan-Kesatuan

Sabtu 21-01-2023,23:53 WIB
Reporter : Agus Faizar
Editor : Purnama Sakti

SOLO, BENGKULU, RBTVCAMKOHA.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menutup kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Nahdlatul Ulama di Solo, Jawa Tengah pada Sabtu (21/1).

BACA JUGA:Rumah Beserta Ruko Milik Kades Bandar Jaya Terbakar, hanya Barang Ini yang Selamat

"Sore hari ini kita semua bisa berkumpul untuk melaksanakan kegiatan penutupan Porseni NU tingkat Nasional dengan tema 'Merawat Raga, Memperkuat Bangsa untuk Peradaban Dunia," kata Sigit mengawali sambutannya.  

Sigit menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pemenang dari kegiatan tersebut. Namun, Sigit menekankan, yang paling terpenting dari Porseni NU adalah semangat menjaga ukhuwah atau rasa persaudaraan sesama warga Nahdliyin dan seluruh masyarakat.

BACA JUGA:Sukses, Festival Durian Part 2 Benteng Dibuat Tingkat Provinsi

"Yang penting adalah bukan masalah menang dan kalah. Tapi bagaimana semua teman-teman, semua atlet yang ada datang ke sini sambil silaturahmi dengan seluruh masyarakat. Kita kemudian melaksanakan kegiatan bersama. Menang kalah urusan kedua. Tapi bagaimana menjaga kerukunan, menjaga ukhuwah, menjaga persatuan dan kesatuan itu nomor satu," ujar Sigit. 

BACA JUGA:Awalnya Masuk Lubang, Pemotor Meninggal Dunia

Sigit menjelaskan pentingnya menggelorakan pesan untuk menjaga ukhuwah dan persatuan serta kesatuan Indonesia. Terutama kepada seluruh kader muda NU yang merupakan generasi penerus bangsa. 

Lebih dalam, Sigit menyebut, saat ini Indonesia telah memasuki tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024. Sebab itu, diperlukan sinergisitas dan semangat yang sama untuk tetap menjaga serta mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan Indonesia.

BACA JUGA:Ada Bantuan 25 Ton Benih Padi dan 15 Ton Benih Jagung, Syaratnya Ini

"Dalam setiap kesempatan, selalu saya menyampaikan pesan untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Karena memang hal yang utama dijaga oleh kader-kader Nahdliyin adalah yang namanya persatuan dan kesatuan, masalah menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka kader NU, Nahdliyin selalu menjadi garda terdepan untuk hal tersebut," ucap Sigit disambut gemuruh tepuk tangan seluruh tamu undangan. 

Sigit menegaskan, menjaga persatuan dan kesatuan NKRI merupakan tugas pokok dari TNI-Polri. Namun, semangat itu harus bersinergi dengan seluruh lapisan masyarakat termasuk seluruh warga Nahdliyin. 

BACA JUGA:Dirawat Usai Ditangkap Lagi, Ini Kasus Warga Binaan Rutan yang Kabur

Apalagi, kata Sigit, seluruh warga Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia telah teruji dalam bersinergi maupun berdiri di garis terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI dari segala bentuk ancaman maupun gangguan yang ada. 

Kategori :