Peningkatan jumlah pasien COVID-19 di Singapura telah menimbulkan tekanan berat pada rumah sakit, terutama rumah sakit besar yang melaporkan peningkatan signifikan dalam kasus.
Dampaknya terlihat dalam kesulitan para pasien untuk mendapatkan tempat tidur perawatan, menciptakan tantangan serius dalam manajemen kesehatan di negara tersebut.
Dalam cuplikan video yang diunggah oleh media lokal The Straits Times di akun Facebook mereka, terlihat sejumlah pasien COVID-19 yang harus ditempatkan di atas tempat tidur troli, sambil menunggu untuk mendapatkan tempat tidur di bangsal.
Situasi ini memberikan gambaran nyata tentang beban berat yang dihadapi sistem kesehatan Singapura akibat penyebaran cepat Varian EG.5.
Divisi Kedokteran di SGH Geoffrey Samuel memberikan konfirmasi terkait lonjakan pasien COVID-19 yang signifikan di rumah sakit tempatnya bekerja.
Rumah sakit tersebut, seperti diakui oleh Samuel, kini menghadapi tekanan berat dengan keterisian penuh di bangsal, bahkan petugas ICU terpaksa menempatkan para pasien di bangsal sementara di Outram Community Hospital.
Sebuah kesaksian dari seorang pasien COVID berusia akhir 70-an, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa tidak ada tempat tidur yang tersedia di bangsal karena kapasitasnya sudah terisi penuh.
Akibatnya, pasien tersebut harus ditempatkan di aula besar unisex dekat Outram Community Hospital.
BACA JUGA:Asus Tuf Gaming F15 2023, Didukung Spesifikasi Game, Dijamin Puas
Dalam mengakhiri, situasi pandemi COVID-19 di Singapura, bersama dengan meningkatnya kasus di Indonesia dan Malaysia, menciptakan tantangan besar bagi sistem kesehatan.
Lonjakan kasus COVID-19, terutama disebabkan oleh varian EG.5, telah memberikan tekanan signifikan pada rumah sakit, mengakibatkan kesulitan dalam pelayanan kesehatan dan keterbatasan tempat tidur perawatan.
Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, bersama otoritas kesehatan berupaya mengatasi dampak varian ini dengan mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas fasilitas kesehatan.
Langkah-langkah proaktif termasuk peningkatan fasilitas perawatan intensif dan isolasi, dengan harapan dapat memberikan solusi cepat untuk menangani lonjakan pasien.
Dalam situasi darurat ini, Ong Ye Kung memandang vaksinasi tahunan sebagai langkah preventif yang penting, khususnya bagi kelompok rentan. Hal ini juga diikuti dengan imbauan kepada pasien COVID-19 dengan gejala ringan untuk melakukan isolasi mandiri, sehingga rumah sakit dapat memberikan perhatian lebih kepada pasien yang memerlukan perawatan darurat.
BACA JUGA:Asyik, Pemerintah Buka 1,3 Juta Formasi CPNS Tahun 2024, Fresh Graduate Persiapkan Dirimu