Terkait pernyataan ini, barangkali sang pelukis, Bernardus Prasodjo, 69, bisa menjelaskan.
Banyak meme yang beredar mempertanyakan ke mana sosok ayah di kaleng tersebut. Terkait pernyataan ini, barangkali sang pelukis, Bernardus Prasodjo, 69, bisa menjelaskan.
Bernardus yang kini berusia 69 tahun juga merupakan ayah dari salah satu dokter gangguan tidur di Indonesia, dokter Andreas Prasadja.
BACA JUGA:Ini Daya Tarik serta Harga Tiket Kawasan Kraton Jogja, Cocok Jadi Destinasi saat Libur Lebaran 2024
Hal tersebut disampaikan oleh Andreas sendiri dalam salah satu kicauannya di Twitter.
Ini ayah saya pelukis gambar keluarga pada kaleng biskuit Khong Guan dgn karya lainnya.
Lewat video yang diunggah di YouTube, 29 Mei 2017 lalu, Bernardus memaparkan kisah di balik gambar yang ikonik tersebut.
Menurut Bernardus, tak ada alasan tersendiri mengapa tak ada sosok ayah di lukisan tersebut.
Bagi dia, hal itu tidak perlu dipermasalahkan karena tujuannya adalah untuk memengaruhi ibu rumah tangga agar membeli biskuit tersebut.
“Yang belanja kan biasanya para ibu. Jadi yang penting ada ibunya di situ,” jawab dia.
Lebih lanjut, menurut dia, dulu ia memang sering mendapat pesanan untuk gambar produk, salah satunya Khong Guan.
BACA JUGA:Daftar 5 Pantai Terindah di Gunung Kidul Jogja dan Harga Tiket Masuk untuk Libur Lebaran
“Contohnya dari potongan gambar majalah. Tidak banyak yang beda, saya ikuti mau mereka. Paling digeser-geser dan warnanya diubah saja,” ungkap pria tamatan Seni Rupa ITB itu.
Pria kelahiran Salatiga itu mengaku mengerjakan lukisan di kaleng Khong Guan pada 1970-an.
Selain lukisan di kaleng Khong Guan, ia juga sering menerima tawaran melukis bungkus produk makanan lain.