Ada Hujan Meteor Ganda di Indonesia, Kapan Waktu Terjadinya?

Selasa 30-07-2024,09:05 WIB
Reporter : Nutri Septiana
Editor : Septi Widiyarti

1. Hujan Konveksi (Hujan Zenithal)

Hujan konveksi atau Hujan zenithal kerap muncul di sekitar khatulistiwa. Hujan konveksi adalah jenis hujan yang disebabkan oleh kenaikan udara mengandung uap air ke bagian atas atmosfer bumi dengan arah tegak. Proses pendinginan uap air di angkasa memicu kondensasi (pengembunan) sehingga awan berubah menjadi hujan.

Hujan konveksional biasa terjadi pada sore hari, ketika matahari baru saja melewati titik tertingginya dan area di permukaan bumi menjadi panas. Kondisi ini mengakibatkan lapisan udara di bagian bawah memanas sehingga naik ke atas.

Di bagian atas atmosfer bumi, udara yang kedap uap air tadi mendingin, lalu mengembun dan menjadi hujan.

Beberapa Karakteristik hujan konveksi ialah sebagai berikut:
- Kerap terjadi di wilayah tropis yang panas dan lembab
- Dipicu oleh kenaikan udara panas dari permukaan bumi
- Biasa terjadi pada sore hari setelah matahari mencapai titik tertinggi
- Sering kali hujan konveksi disertai dengan guntur dan kilat
- Kerap berlangsung singkat dan intens, dengan curah hujan deras di area kecil.

BACA JUGA:Realme Luncurkan Realme Narzo N61, HP yang Didukung Fitur Menarik dengan Harga Terjangkau

2. Hujan Frontal

Proses terjadinya hujan frontal bermula dari pertemuan massa udara panas (hangat) dengan massa udara dingin. Di tahap ini, massa udara panas akan naik ke atas massa udara dingin. Akibatnya, massa udara panas yang mengandung uap air akan mendingin dan berubah menjadi awan.

Saat awan makin meninggi dan juga mendingin, ia bertambah memberat dan berubah menjadi tetesan butir air hujan. Salah satu ciri jenis hujan frontal ialah bisa terjadi selama beberapa hari dan disertai angin kencang.

Hujan frontal biasanya terjadi di daerah yang sering mengalami cuaca frontal, seperti di Inggris, Pasifik Barat Laut Amerika Serikat, pesisir Chili dan Peru, Jepang, Semenanjung Korea, sebagian Eropa daratan, hingga pesisir Afrika Selatan. Meskipun demikian, hujan frontal juga sering terjadi di Indonesia.

Sejumlah karakteristik hujan frontal adalah:
- Disebabkan oleh pertemuan massa udara panas dan dingin
- Sering kali berlangsung laman dengan cakupan area yang luas
- Sebelum hujan frontal terjadi, langit mendung kelabu
- Hujan frontal kerap disertai angin kencang
- Berperan menjaga pasokan air untuk sungai, danau, dan waduk.

BACA JUGA:Realme Luncurkan Realme Narzo N61, HP yang Didukung Fitur Menarik dengan Harga Terjangkau

3. Hujan Muson (Hujan Monsun)

Hujan muson adalah hujan musiman yang dipicu oleh perubahan arah angin muson. Contohnya hujan muson timur di Indonesia yang terjadi selama musim penghujan. Angin muson bertiup dari wilayah yang lebih dingin ke wilayah yang lebih hangat, membawa bersama awan dengan curah hujan yang tinggi.

Jenis hujan muson umumnya terjadi di wilayah yang memiliki perbedaan jelas antara musim penghujan dan kemarau, seperti Indonesia. Hujan muson lebih merupakan pola kejadian hujan daripada jenis proses terjadinya hujan. Pola hujan monsun termasuk tipe unimodial karena memiliki satu puncak musim hujan.

Di Indonesia, angin monsun barat (bergerak dari Asia ke Australia) lebih banyak mengakibatkan hujan dan terjadi pada bulan Oktober sampai April. Sebaliknya angin monsun timur (bergerak dari Australia ke Asia) membawa hujan lebih sedikit sehingga mengakibatkan kemarau.

Kategori :