Tinggalkan Dolar AS, Ini Alasan BRICS akan Ciptakan Mata Uang Baru

Jumat 25-10-2024,14:35 WIB
Reporter : Sheila Silvina
Editor : Septi Widiyarti

Stablecoin ini diharapkan mampu mengatasi fluktuasi harga yang sering terjadi pada mata uang digital tradisional serta menyediakan stabilitas yang dibutuhkan untuk transaksi internasional.

Langkah BRICS ini merupakan bagian dari strategi yang lebih besar untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS, yang saat ini mendominasi perdagangan internasional.

Dengan adanya inisiatif ini, BRICS berharap bisa memperkuat posisi pasar negara berkembang dan menciptakan sistem ekonomi global yang lebih inklusif.

BACA JUGA:Kurang dari 24 Jam Beraksi, Pelaku Pencurian 5 Unit HP Diringkus Macan Gading

Langkah ini sejalan dengan tujuan utama dari aliansi BRICS yang ingin membangun tata ekonomi global yang lebih adil dan tidak hanya menguntungkan negara-negara Barat.

Sebagai tambahan, BRICS telah memperluas keanggotaannya dengan menambahkan 13 negara baru sebagai mitra, termasuk Indonesia, pada KTT yang diadakan di Kazan, Rusia.

Selain Indonesia, negara-negara lain yang kini bergabung sebagai mitra BRICS adalah Aljazair, Belarus, Bolivia, Kuba, Kazakhstan, Malaysia, Nigeria, Thailand, Turki, Uganda, Uzbekistan, dan Vietnam.

BACA JUGA:Kurang dari 24 Jam Beraksi, Pelaku Pencurian 5 Unit HP Diringkus Macan Gading

Meskipun bukan anggota penuh, negara-negara mitra ini diharapkan dapat berkolaborasi dalam berbagai bidang, mulai dari perdagangan, investasi, hingga pembangunan infrastruktur.

Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono yang hadir sebagai perwakilan Indonesia di KTT tersebut menyatakan bahwa Indonesia mendukung gagasan untuk memperkuat kerja sama antarnegara berkembang serta meningkatkan solidaritas dan peran Global South di tingkat internasional.

Menurut Sugiono, partisipasi Indonesia sebagai mitra BRICS menunjukkan komitmen Indonesia untuk berperan aktif dalam berbagai forum internasional dan mendukung tatanan dunia yang lebih inklusif, adil, dan setara.

BACA JUGA:Tiga 'Musang' Ranmor Ditembak Karena Melawan Saat Ditangkap

Namun, Indonesia masih melakukan kajian untuk menilai manfaat ekonomi sebelum bergabung secara penuh dengan BRICS.

Hal ini sebelumnya telah disampaikan oleh Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Indonesia, yang mengatakan bahwa Indonesia perlu menghitung apakah manfaat ekonomi yang didapatkan dari keanggotaan penuh BRICS akan cukup besar untuk membenarkan langkah tersebut.

BRICS sendiri didirikan sebagai blok ekonomi yang bertujuan untuk memperkuat posisi negara-negara berkembang dalam tata ekonomi global, sehingga kajian menyeluruh menjadi penting bagi Indonesia untuk mengambil keputusan terbaik.

BACA JUGA:Simulasi Kredit Honda Beat Street 2024 Angsuran Rp 300 Ribuan per Bulannya

Kategori :