Sementara itu, Maude berbicara kepada Simmon Williams dari Fierce Panda Records, yang kemudian menyampaikannya lagi kepada Steve Lamacq di BBC Radio.
Pada 3 Januari 1999, Coldplay menjadi artis pertama tanpa label yang menjadi tamu di acara Lamacq, Evening Session. Beberapa bulan kemudian, mereka membuat kesepakatan jangka pendek dengan Fierce Panda dan merekam ulang "Brothers & Sisters".
BACA JUGA:Sudah Banyak yang Terjadi, Berikut Ramalan Lengkap Jayabaya
Enam label lainnya menawarkan kontrak seiring popularitasnya, tetapi mereka ingin bersama Parlophone, yang membuat Elleray mengontak Keeling sekali lagi. Ia mengubah cara pandangnya dan kesepakatan akhirnya ditandatangani pada APril 1999 di Alun-Alun Trafalgar, bulan yang sama ketika "Brothers & Sisters" dirilis sebagai singel. Selanjutnya mereka fokus belajar untuk mempersiapkan ujian akhir di UCL.
Pada 27 Juni 1999, Coldplay pertama kali tampil di Festival Glastonbury pada panggung New Bands Tent. Mereka kelak merekam The Blue Room, yang terjual 5.000 kopi ke publik.
Sesi-sesi tersebut awalnya disiapkan untuk Parachutes (2000) tetapi situasi berubah menjadi kacau, ketika Martin dan Champion berselisih terkait kemampuan Champion sebagai drummer: "Tiga hari berikutnya, kami merasa sengsara, [...] kami memintanya untuk kembali. Mereka membuatku banyak minum vodka dan jus cranberry untuk mengenang betapa buruknya pekerjaan yang kulakukan".
Setelah mereka islah, band tersebut mulai mengerjakan materi secara demokratis, dan menetapkan peraturan bahwa setiap anggota yang menggunakan narkoba akan dikeluarkan dari grup, seperti yang ditetapkan R.E.M. dan U2.
Grup musik ini merencanakan untuk merekam album debut mereka, Parachutes, selama dua minggu. Namun, karena kesibukan konser, rekaman dilakukan antara September 1999 dan April–Mei 2000.