5 Nama Konglomerat Ritel Indonesia, dari Bos Djarum hingga Hypermart

Jumat 25-04-2025,05:14 WIB
Reporter : Sheila Silvina
Editor : Septi Widiyarti

Nah, pemiliknya adalah Anthoni Salim, orang di balik layar Salim Group yang kekayaannya per Maret 2025 mencapai Rp201 triliun.

Melalui PT Indoritel Makmur Internasional Tbk, Salim Group punya saham signifikan di Indomaret.
Nggak cuma itu, mereka juga bermitra dengan Delhaize Group dari Belgia untuk mengembangkan Super Indo, supermarket yang fokus pada kebutuhan sehari-hari dengan harga terjangkau.

Strategi ekspansinya ciamik, nggak heran kalau Salim Group jadi salah satu pemain terkuat di sektor distribusi ritel.

BACA JUGA:Waspada! Tempo 3 Bulan, 39 Orang di Kepahiang Diserang Anjing Liar

3. Chairul Tanjung

Dari minimarket, kita naik kelas ke Transmart dan Carrefour Indonesia, dua ritel besar yang dikelola oleh Chairul Tanjung alias CT. Pria yang dijuluki "anak singkong" ini dikenal lewat kerja kerasnya dari nol hingga bisa membangun kerajaan bisnis CT Corp.

Menurut data Forbes, kekayaan Chairul Tanjung di awal 2025 berada di angka Rp69 triliun. Selain ritel, CT Corp juga punya lini bisnis di media (Trans TV, Detikcom), perbankan (Bank Mega), hingga aplikasi digital seperti Allo Bank.

Lini ritel mereka terus dikembangkan dengan menghadirkan konsep belanja yang lebih modern dan lengkap.

BACA JUGA:Dispendik Bengkulu Utara Anggarkan Rp 2,5 Miliar untuk Seragam Sekolah Gratis

4. Djoko Susanto

Kalau kamu tim Alfamart, berarti kamu mendukung kerajaan bisnis milik Djoko Susanto. Ia adalah sosok di balik kesuksesan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, perusahaan yang mengelola lebih dari 17 ribu gerai Alfamart di Indonesia dan Filipina.

Menurut Forbes Asia, per Januari 2025, kekayaan Djoko mencapai sekitar Rp64 triliun. Dulu dia memulai dari usaha warung kecil, dan sekarang sukses menjadi salah satu tokoh penting di dunia ritel.

Lewat ekspansi digital seperti Alfagift dan kolaborasi dengan layanan pembayaran digital, Alfamart makin kuat di tengah persaingan ketat.

BACA JUGA:Harga Emas Batangan di Pegadaian Hari Ini, Mana Lebih Murah?

5. Mochtar Riady

Terakhir, ada nama Mochtar Riady, pendiri dari Lippo Group. Meski sekarang saham Matahari Department Store dan Hypermart sudah dimiliki publik, kontribusi Mochtar Riady dalam membentuk wajah ritel modern di Indonesia tetap tidak tergantikan.

Per Maret 2025, kekayaannya tercatat sekitar Rp42 triliun. Di bawah bendera Lippo, Riady juga membangun lini bisnis lain seperti Siloam Hospitals, UPH, dan Lippo Karawaci, menjadikan perusahaannya sebagai konglomerasi yang sangat terdiversifikasi.

Kategori :