Selain tautan palsu, pesan berantai juga menjadi alat yang efektif bagi para penipu.
Informasi palsu tentang bansos baru, persyaratan yang diada-adakan, atau jadwal pencairan yang fiktif sering disebar melalui pesan berantai.
Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Akun media sosial palsu juga sering digunakan untuk menipu masyarakat.
Penipu membuat akun yang mengatasnamakan instansi pemerintah atau lembaga penyalur bansos.
Oleh karena itu, selalu periksa keaslian akun tersebut sebelum mempercayai informasi yang dibagikan.
Ciri lain yang perlu diwaspadai adalah tawaran bansos dengan jumlah yang sangat besar atau persyaratan yang sangat mudah.
Jika terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, kemungkinan besar itu adalah penipuan. Jangan tergiur oleh iming-iming yang tidak masuk akal.
Cara Mengenali dan Menghindari Hoaks Bansos
Untuk menghindari menjadi korban penipuan bansos, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan.
Pertama, selalu periksa sumber informasi.
Pastikan informasi berasal dari sumber terpercaya seperti situs web resmi pemerintah (Kemensos, misalnya), media massa ternama, atau lembaga verifikasi fakta.
Kedua, jangan langsung percaya informasi yang diterima.
Cari informasi dari beberapa sumber untuk memastikan kebenarannya. Bandingkan informasi yang Anda terima dengan informasi dari sumber resmi pemerintah.
BACA JUGA:Praktis dan Aman, Berikut Manfaat QRIS Bagi Konsumen dan Merchant