Nggak bisa robek atau rusak, karena berbentuk digital.
2. Cepat dan global
Kirim Bitcoin ke siapa pun di dunia hanya butuh beberapa menit tanpa perantara.
3. Aman dan transparan
Semua transaksi bisa diverifikasi dan tercatat permanen di blockchain.
4. Pecahan kecil
Bisa dibagi hingga 1/100.000.000 (satu satoshi), cocok buat transaksi mikro.
5. Jumlah terbatas
Hanya ada maksimal 21 juta Bitcoin, membuatnya langka dan berpotensi naik nilai.
6. Tidak bisa disensor
Tidak ada pemerintah atau lembaga yang bisa memblokir transaksi Bitcoin.
BACA JUGA:Sesuai Perpres Nomor 11 Tahun 2024, Ini Besaran Gaji PPPK Lulusan SMA/SMK Berdasarkan Masa Kerja
Namun, Bitcoin juga punya tantangan, yakni harga yang fluktuatif bikin banyak orang masih ragu untuk menggunakannya sebagai alat pembayaran sehari-hari. Ditambah lagi, adopsi globalnya masih dalam proses, meskipun terus berkembang.
Mana yang Lebih Baik?
Jawabannya tergantung kebutuhan. Mata uang fiat tetap jadi andalan untuk transaksi sehari-hari karena stabil dan mudah digunakan.
Sementara Bitcoin mulai dilirik sebagai penyimpan nilai jangka panjang, seperti "emas digital" yang bebas dari campur tangan pihak ketiga.