3. Lebih Boros Bahan Bakar
Dibanding mobil manual, mobil matic terutama yang sudah berumur biasanya lebih boros bensin. Ini karena sistem transmisi otomatis bekerja terus-menerus, dan jika performa mesin sudah menurun, efisiensi bahan bakar juga ikut menurun. Jadi, siap-siap keluar uang lebih buat isi bensin.
BACA JUGA:Gubernur Helmi Hasan Gratiskan Pajak Kendaraan Seumur Hidup untuk Warga dengan Kriteria Ini
4. Nilai Jual Kembali Cenderung Lebih Rendah
Kalau kamu punya rencana buat jual lagi mobil itu dalam beberapa tahun ke depan, perlu diingat: harga jual mobil matic bekas biasanya lebih rendah daripada manual.
Hal ini karena banyak orang beranggapan mobil matic bekas lebih berisiko dan mahal perawatannya.
BACA JUGA:Tertarik Meminang Mobil Listrik? Ini 6 Kekurangan yang Perlu Diketahui
Tips Biar Nggak Salah Pilih
Supaya kamu nggak salah langkah saat beli mobil matic bekas, perhatikan hal-hal berikut:
- Cek riwayat servis dan pastikan mobil rutin dirawat.
- Periksa oli transmisi, jangan sampai warnanya hitam pekat atau bau gosong.
- Dengarkan suara mesin, jangan sampai ada suara kasar atau aneh.
- Rasakan getaran saat test drive, kalau terasa nggak wajar, bisa jadi ada masalah.
- Cek riwayat penggunaan, hindari mobil bekas kecelakaan atau terlalu tua.
- Lakukan inspeksi menyeluruh, idealnya bareng mekanik terpercaya.
BACA JUGA:Kata Gubernur Helmi Hasan, Pensiunan Bisa Gratis Pajak Kendaraan Seumur Hidup, Asalkan...
Jadi, meskipun mobil matic bekas punya banyak keunggulan, tetap ada risikonya.