BACA JUGA:Mau Kaya Tanam Pohon Ketapang, Harga Daunnya Rp 1 Juta per Kilogram
Zona Megathrust Nias-Simelue juga berpotensi menghasilkan gempa dengan magnitudo maksimum mencapai 8,7.
Sementara itu, zona Megathrust Batu memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum 7,8, yang terkecil di antara zona-zona lainnya. Namun demikian, potensi bahaya di zona ini tetap tidak boleh diabaikan.
Di bagian timur Indonesia, zona Megathrust Sulawesi Utara berpotensi menghasilkan gempa dengan magnitudo maksimum mencapai 8,5, sementara zona Megathrust Papua memiliki potensi gempa dengan magnitudo maksimum mencapai 8,7. Semua zona ini memiliki risiko tinggi dan harus terus dipantau.
Pentingnya Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Dengan potensi bahaya yang begitu besar di berbagai zona Megathrust di Indonesia, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan.
Langkah-langkah seperti edukasi tentang kesiapsiagaan bencana, pembangunan infrastruktur tahan gempa, dan simulasi evakuasi harus terus dilakukan untuk meminimalisir dampak yang mungkin terjadi.
Daryono dari BMKG berharap agar upaya mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami dapat menekan risiko dampak bencana yang mungkin terjadi, bahkan hingga menciptakan zero victim.
BACA JUGA:Niat Gadai SK PPPK di Bank Tahun 2025, Ketahui Beberapa Hal Ini Dulu Sebelum Pengajuan
Meskipun teknologi saat ini belum mampu memprediksi dengan tepat kapan gempa Megathrust akan terjadi, kesiapsiagaan tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman ini.
Indonesia harus terus bersiap menghadapi kemungkinan terjadinya gempa bumi Megathrust. Dengan memahami risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan, diharapkan dampak dari bencana ini dapat diminimalisir, dan masyarakat dapat lebih terlindungi dari ancaman gempa bumi yang besar.
Nutri Septiana