Full Senyum, Pekerja dan Guru Honorer Bakal Dapat Bantuan Subsisdi Upah

Minggu 25-05-2025,11:14 WIB
Reporter : Sheila Silvina
Editor : Septi Widiyarti

Dalam program sebelumnya, diskon ini diberikan juga untuk daya hingga 2.200 VA, namun kali ini cakupannya diperketat agar lebih tepat sasaran.

Diskon ini tentu sangat membantu, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang merasa beban listrik meningkat selama masa liburan anak-anak di rumah.

Dengan program ini, pemerintah berharap bisa meringankan pengeluaran rumah tangga dan mengalihkan penghematan tersebut ke konsumsi lainnya.

BACA JUGA:Pinjaman Non KUR BNI 2025 Plafon Rp 75 Juta Tanpa Jaminan, Cek Syarat Pengajuannya

Insentif Transportasi dan Sembako untuk Dorong Mobilitas

Tidak berhenti di situ, pemerintah juga memberikan stimulus di sektor transportasi dan pangan. Beberapa kebijakan yang akan diberlakukan antara lain:

- Diskon tiket pesawat, kereta api, dan angkutan laut selama libur sekolah.

- Potongan tarif tol yang menargetkan sekitar 110 juta pengguna.

- Insentif fiskal berupa penghapusan PPN tiket pesawat, seperti saat periode mudik Lebaran.

Selain itu, ada tambahan bantuan sosial berupa kartu sembako dan bantuan pangan untuk 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan ini akan disalurkan selama dua bulan, bersamaan dengan stimulus lainnya.

BACA JUGA: Serba-serbi Antrean BBM di SPBU Tais Diwarnai Perkelahian dan Kebakaran Mobil

Perpanjangan Diskon JKK dan Target Ekonomi 5 Persen

Terakhir, pemerintah juga akan memperpanjang diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) untuk sektor padat karya.

Hal ini ditujukan agar para pelaku usaha bisa terus menjaga keberlangsungan bisnis tanpa mengorbankan perlindungan tenaga kerja.

Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyampaikan bahwa seluruh regulasi untuk enam paket ini ditargetkan rampung sebelum 5 Juni.

BACA JUGA: Serba-serbi Antrean BBM di SPBU Tais Diwarnai Perkelahian dan Kebakaran Mobil

Pemerintah mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen di kuartal kedua 2025, setelah sebelumnya hanya mencapai 4,87 persen pada kuartal pertama.

Kategori :