“Belum selesai mencerna satu konten, sudah muncul konten berikutnya. Akibatnya, otak anak tidak sempat mengelola apa yang dilihat, dan informasi terus menumpuk,” ujar Vera.
BACA JUGA:Ada Apa? Tipidter Polres Kepahiang Datangi 4 SPBU
Untuk mencegah dampak brain rot, orangtua perlu berperan aktif dalam mengatur penggunaan media sosial pada anak.
Salah satu langkah penting adalah membatasi durasi scrolling media sosial dan mengalihkan perhatian anak ke aktivitas yang lebih produktif dan bermanfaat bagi tumbuh kembang mereka.
“Cara menghindarinya adalah dengan berhenti scrolling media sosial. Anak-anak butuh bantuan dari orangtua, jadi penggunaan gadget harus dibatasi,” tegas Vera.
BACA JUGA:Wapres RI Gibran Rakabuming Raka Tinjau Lokasi Pengerukan Pelabuhan Pulau Baai
Putri Nurhidayati