Ia menyarankan untuk memfokuskan kemarahan itu jadi dorongan. Marah karena belum bisa beli rumah untuk orang tua.
Marah karena masih naik motor tua sementara orang lain naik mobil sport. “Gunakan marah itu sebagai bensin, bukan alasan buat nyerah.”
BACA JUGA:Cek Pajak Mobil Toyota Agya 2025, Mobil Hatchback Modern yang Populer di Indonesia
Waktu Kita Terbatas
Ia mengingatkan bahwa waktu berjalan cepat. “2019 itu udah 5 tahun lalu. Kalau waktu itu kamu ga ngapa-ngapain, kamu udah buang 5 tahun hidup mu.”
Menurutnya, masa produktif kita hanya sekitar 10–20 tahun. Setelah itu tubuh mulai menua. Orang tua pun tidak selamanya ada. Maka selama masih punya waktu, tenaga, dan semangat, gunakanlah untuk membangun hidup yang membanggakan.
“Kamu hanya punya waktu 10–20 tahun untuk bangun hidup, buat bawa orang tua kamu keliling dunia, buat banggakan mereka. Setelah itu, bisa jadi udah terlambat.”
BACA JUGA:Di Daerah Ini Lazada PayLater Sudah Ada DC Lapangan, Siap Tagih Nasabah Galbay ke Rumah
Ubah Mindset, Maka Hidupmu Akan Ikut Berubah
Perubahan besar dalam hidup bukan datang dari motivasi yang membara sesaat, tapi dari mindset yang konsisten diasah setiap hari.
Fokuslah pada hal yang bisa kamu kontrol pikiranmu, waktumu, dan usahamu. Saat kamu mulai melihat dunia dari kacamata orang sukses, perlahan-lahan kamu akan paham bahwa kaya bukanlah takdir, tapi hasil dari cara berpikir yang benar.
Mulai sekarang, berhenti cari alasan dan mulai bangun dirimu sendiri. Karena tidak ada satu orang pun yang akan peduli pada masa depanmu, kecuali kamu!
BACA JUGA:Puncak Musim Panen Kopi Bengkulu, Namun Harga Turun Jadi Rp 57.000 per Kg
Sheila Silvina