BACA JUGA:Mau Pinjam Uang Rp 5 Juta di SPinjam, Cek Cicilan Sesuai Tenor di Sini
Sementara itu, Shopee biasanya mengikuti prosedur tertentu sebelum mengambil langkah ekstrem untuk melakukan penagihan seperti diatas.
Proses penagihan Shopee biasanya dimulai dengan:
1. Pemberitahuan Melalui Pesan:
Tahap pertama penagihan adalah menghubungi nasabah melalui pesan SMS atau WhatsApp (WA). Ini dilakukan 10 hari sebelum tanggal jatuh tempo pembayaran sebagai pengingat.
2. Pemberitahuan Lewat Telepon:
Jika pesan tidak mendapatkan respon, tim penagihan akan menghubungi debitur melalui telepon. Intensitas penagihan ini bisa meningkat dan terjadi beberapa kali dalam satu jam, terutama jika debitur terus mengabaikan panggilan.
3. Menghubungi Kontak Darurat:
Jika debitur sulit dihubungi, penggilan juga dapat dilakukan ke kontak darurat yang dicantumkan saat pendaftaran pinjaman.
4. Kunjungan Debt Collector (DC):
Baru setelah beberapa upaya penagihan ini gagal, Shopee mungkin mempertimbangkan untuk mengirim DC. Bahkan saat mengirim DC, mereka biasanya tidak langsung melibatkan RT. Hal ini karena melibatkan RT bisa menimbulkan masalah sosial dan reputasi bagi Shopee.
BACA JUGA:Berencana Ajukan Pinjaman di SPinjam? Ini Syarat, Cara Pengajuan dan Bunganya
Namun, kemungkinan DC menghubungi RT tetap ada, terutama jika:
- Tunggakan sangat besar dan lama: Jumlah utang yang besar dan keterlambatan pembayaran yang signifikan bisa memicu tindakan lebih tegas.
- Tidak ada respon sama sekali: Ketidakresponsifan terhadap upaya penagihan sebelumnya dapat membuat Shopee mengambil tindakan lebih lanjut.
- Pelanggaran perjanjian: Jika ada pelanggaran perjanjian yang signifikan dalam perjanjian pinjaman.
Demikianlah dapat disimpulkan kemungkinan DC mendatangi rumah dan melibatkan RT tetap ada, itu bukan hal yang otomatis terjadi. Shopee cenderung menggunakan pendekatan bertahap dalam penagihan namun tetap ada prosedurnya.
BACA JUGA:Sama-sama Pinjaman Online, Apa Bedanya SPinjam dengan Spaylater?
(Nutri Septiana)