Ini Deretan Fakta Sebenarnya Soal Kilauan Emas di Sungai Eufrat yang Mengering

Kamis 07-08-2025,11:42 WIB
Reporter : Sheila Silvina
Editor : Septi Widiyarti

Sampai pertengahan Agustus 2025, belum ada intervensi resmi dari pemerintah pusat Suriah ataupun otoritas lokal. Tidak ada aturan yang diberlakukan, baik soal legalitas aktivitas tambang dadakan maupun keamanan lokasi. Hal ini memunculkan ketegangan dan potensi konflik antarwarga yang saling klaim lahan gali.

BACA JUGA:Menghebohkan Dunia, Warga Suriah Berburu Emas Setelah Sungai Efrat Mengering, Tanda Kiamat Sudah Dekat?

8. Raqqa Pernah Jadi Sentra Emas, Tapi Tak Terkait Temuan Ini

Secara historis, Raqqa memang dikenal sebagai pusat perhiasan emas pada masa Dinasti Fatimiyyah. Teknik seperti filigran dan granulation berkembang pesat kala itu.

Tapi sebagian besar karya seni emas kuno telah hilang selama era Ottoman dan konflik modern. Tak ada bukti yang menghubungkan tradisi tersebut dengan keberadaan emas di dasar Sungai Eufrat hari ini.

9. Risiko Lingkungan Meningkat dan Tidak Terkendali

Karena dilakukan sembarangan dan tanpa regulasi, penambangan ini menimbulkan kerusakan di tepi sungai, termasuk erosi dan pencemaran sedimen. 

Ada risiko longsor dan cedera yang bisa menimpa para penambang, terutama karena alat berat atau bahan kimia yang dipakai tidak dikendalikan. 

Aktivis lingkungan pun angkat bicara, mendesak penghentian kegiatan tersebut sebelum terjadi bencana lebih besar.

BACA JUGA:Punya BTN Mobile? Begini Cara Ambil Pinjaman Onlinenya!

10. Viral di Medsos, Tapi Banyak Video Palsu

Media sosial seperti TikTok dan Instagram dibanjiri unggahan soal “emas Eufrat”. Sayangnya, banyak video yang viral ternyata memakai cuplikan dari lokasi lain, seperti tambang emas ilegal di Kongo atau Ghana, lalu diberi narasi seolah-olah berasal dari Raqqa. Ini memperkeruh suasana dan memperkuat misinformasi.

Kilauan yang memicu perburuan emas besar-besaran di Sungai Eufrat lebih banyak disebabkan oleh penyusutan air sungai dan ilusi visual dari mineral seperti pyrit. 

Meski antusiasme masyarakat tinggi, faktanya belum ada satupun bukti ilmiah atau konfirmasi resmi tentang adanya emas asli.

BACA JUGA:BRI Perluas Akses Pembiayaan Rumah Subsidi, Dukung Realisasi Program 3 Juta Rumah Melalui Penambahan Kuota FLP

Sheila Silvina

Kategori :