Iklan RBTV

Meski Belum Kemarau Penuh, BPBD Mukomuko Ingatkan Potensi Karhutla

Meski Belum Kemarau Penuh, BPBD Mukomuko Ingatkan Potensi Karhutla

Beberapa daerah di Mukomuko rawan Karhutla.--

MUKOMUKO, RBTVCamkoha.com - Berdasarkan informasi dari BMKG, wilayah Mukomuko sudah masuk musim kemarau. Namun kondisi di lapangan ternyata tidak sepenuhnya mengalami kekeringan.  

Meski begitu, potensi bahaya kebakaran lahan tetap harus diwaspadai. Ada beberapa titik wilayah Kabupaten Mukomuko rawan terjadinya kebakaran lahan, yaitu kecamatan kota mukomuko, kecamatan XIV Koto dan Kecamatan Air manjunto. Wilayah tersebut merupakan hamparan lahan gambut, sehingga mudah terbakar.

Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mukomuko mengingatkan warga agar lebih berhati-hati. Pasalnya, cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir bisa memicu munculnya titik api, khususnya kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

BACA JUGA:Polda, Pemkot Bengkulu dan REI Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mukomuko, Ruri Irwandi, menyampaikan berdasarkan pantauan pihaknya, Mukomuko belum mengalami kemarau panjang secara penuh.

"Berdasarkan data dari BMKG memang kita sudah masuk musim kemarau. Tapi untuk Kabupaten Mukomuko sendiri sampai sekarang belum terjadi kemarau yang benar-benar full," ujarnya.

Kendati demikian, Ruri menegaskan warga jangan lengah. Suhu panas yang bertahan lama sangat rawan memicu kebakaran lahan.

BACA JUGA:13 Agustus 2026 Vonis, Ini Permintaan 3 Kontraktor yang Terjaring OTT KPK di Rejang Lebong ke Majelis Hakim

"Walaupun belum kemarau full, tapi dengan adanya cuaca panas berkepanjangan ini tetap ada potensi terjadinya kebakaran lahan terutama karhutla. Jadi masyarakat harus tetap waspada," lanjutnya.

BPBD mengeluarkan beberapa himbauan. Warga diminta lebih peduli menjaga lingkungan sekitar. Hindari membuang puntung rokok sembarangan dan jangan membakar sampah dalam jumlah skala besar.

"Kalau memang terpaksa harus membakar sampah, pastikan apinya benar-benar padam. Jangan ditinggal begitu saja supaya tidak merembet kemana-mana," tutup Ruri. 

 

Dwi Anggi Saputra

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: