Iklan RBTV

AI Diam-diam Menguras Air Bersih Dunia, Bukan Cuma Listrik

AI Diam-diam Menguras Air Bersih Dunia, Bukan Cuma Listrik

Kebutuhan air untuk teknologi AI--

NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) saat ini digunakan secara besar-besaran, karena kemampuannya yang dapat menyederhanakan aktivitas manusia.

Namun, di balik kemudahan itu ada kebutuhan sumber daya yang cukup besar digunakannya. AI ternyata bukan hanya membutuhkan listrik dalam jumlah tinggi, tetapi juga air bersih.

Teknologi AI dijalankan melalui pusat data yang berisi banyak komputer dan perangkat berkemampuan tinggi.

Mesin-mesin tersebut bekerja terus-menerus dan menghasilkan panas. Suhu yang terlalu tinggi dapat mengganggu kinerja perangkat, sehingga membutuhkan sistem pendingin.

Salah satu bagian dari sistem pendingin tersebut menggunakan air. Ketika kebutuhan proses data meningkat, kebutuhan untuk menjaga pusat data tetap dingin juga ikut bertambah.

BACA JUGA:Bahaya, AI Diprediksikan Mengancam Keselamatan Umat Manusia, Mengapa? Ini Penjelasannya

Air juga dibutuhkan dalam proses menghasilkan listrik yang digunakan untuk menjalankan pusat data. Beberapa jenis pembangkit listrik memerlukan air untuk proses pendinginan maupun operasionalnya.

Jadi, penggunaan air tidak hanya berfungsi sebagai pendingin, tetapi juga dari energi yang membuat seluruh sistem tersebut tetap berjalan.

Besarnya kebutuhan ini diperkirakan akan terus meningkat. Berdasarkan kajian United Nations University (UNU), konsumsi air yang berkaitan dengan AI pada akhir dekade ini berpotensi setara dengan kebutuhan dasar air rumah tangga tahunan sekitar 1,3 miliar orang.

BACA JUGA:Prediksi BMKG, Hari Ini Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Sementara itu, infrastruktur global yang mendukung AI diproyeksikan membutuhkan sekitar 945 terawatt-jam listrik setiap tahun pada 2030.

Jumlah tersebut menunjukkan betapa besar energi yang diperlukan ketika penggunaan AI semakin meluas.

Aktivitas sehari-hari seperti membuat teks, gambar, atau menjalankan berbagai perintah AI juga membutuhkan energi.

Kajian UNU memperkirakan penggunaan AI sehari-hari menyumbang sekitar 80 hingga 90 persen dari total kebutuhan energinya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: