Data BPBD Provinsi: 2 Orang Sempat Hilang di Bengkulu Selatan, 408 Rumah Terendam Banjir

Data BPBD Provinsi: 2 Orang Sempat Hilang di Bengkulu Selatan, 408 Rumah Terendam Banjir

Data BPBD Provinsi: 2 Orang Sempat Hilang di Bengkulu Selatan, 408 Rumah Terendam Banjir--

BENGKULU, RBTVCAMKOHA.COM - Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Provinsi Bengkulu hingga Senin sore pukul 17.00 WIB, ada 5 kabupaten, kota yang melaporkan dampak banjir. Dengan total 408 rumah terendam, 1 jembatan rusak dan 2 orang sempat dilaporkan hilang.

BACA JUGA:Gubernur akan Evaluasi Tambang dan Kebun Penyebab Banjir

Dari Kabupaten Bengkulu Tengah dilaporkan ada 5 kecamatan terdampak banjir.

4 desa di kecamatan Talang Empat, 2 desa di kecamatan Karang Tinggi, 1 desa di kecamatan Pondok Kubang, 2 desa di kecamatan Taba Penanjung, 2 desa di kecamatan Semindang Lagan. Serta ada 1 lokasi longsor di Pondok Kelapa. Akibatnya, ada 66 rumah terendam banjir dan 1 jembatan rusak.

BACA JUGA:KPU Provinsi akan Cek KTP dan Kegandaan Dukungan Perbaikan 4 Balon DPD

Lalu dari kabupaten Bengkulu Selatan, banjir terjadi di desa Babatan Ulu kecamatan Seginim dan menyebabkan 2 orang sempat dilaporkan hilang.

Keterangan dari Kalaksa BPBD Provinsi Bengkulu, 2 orang terjebak banjir di Kabupaten Bengkulu Selatan sudah ditemukan dalam kondisi selamat.

BACA JUGA:Imlek Cemburu

Kemudian di Kabupaten Bengkulu utara, banjir terjadi di dua kecamatan, yakni Batik Nau dan air Napal, akibatnya ada 7 rumah terendam.

Selanjutnya di Kabupaten Kaur banjir terjadi di desa Pulau Panggung kecamatan Padang Guci Hilir, berdampak pada kebun jagung, kandang ternak dan kolam ikan.

BACA JUGA:DPR RI Bisa Batalkan Usulan Biaya Haji Rp 69 Juta

Terakhir dari Kota Bengkulu dilaporkan 335 rumah terendam. Tersebar di 3 kelurahan, yakni di kelurahan Rawa Makmur 150 rumah, Bentiring Permai 50 rumah dan Bentiring 135 rumah.

Sekprov Bengkulu Hamka Sabri telah meminta untuk akses jalan terputus segera diperbaiki. “Dinas PUPR Provinsi bersama Balai Pelaksana Jalan Nasional atau BPJN sudah kita minta agar segera melakukan tindakan,” ujar Hamka

Siska Harliana

Sumber: