Kisah Menyentuh Rasulullah SAW dan Seorang Anak Yatim saat Lebaran
Kisah Nabi Muhammad saat idul fitri--
NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Hari Raya Idul Fitri merupakan momen suka cita bagi seluruh umat Islam. Setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk merayakan Idul Fitri.
Namun dibalik itu, terdapat sebuah kisah mengenai Rasulullah SAW dengan seorang anak yatim di hari Idul Fitri.
Menukil dari buku Al-Qur'an Hadis Madrasah Ibtidaiyah oleh Fida' Abdillah dan Yusak Burhanuddin, pada siang itu di sudut Kota Madinah ada sejumlah anak kecil yang bermain.
Mereka mengenakan pakaian baru dan terlihat sangat gembira ketika hari raya. Namun, tidak terlalu jauh dari mereka ada seorang anak yang tengah menangis dan bersedih hati.
Melihat pemandangan itu, Rasulullah SAW yang lantas mendekatinya, dan bertanya, "Wahai ananda, mengapa engkau tidak bermain seperti teman-temanmu itu?"
BACA JUGA:6 Tanda Akhir Zaman Mulai Muncul, Ada Pemimpin yang Zalim dan Perperangan Dahsyat
Si anak pun menjawab dengan air matanya yang bercucuran, "Wahai Tuan, saya sangat sedih. Teman-teman saya gembira memakai pakaian baru dan saya tak punya siapa-siapa untuk membelikan pakaian baru,"
Mendengar hal itu, Nabi SAW kembali bertanya mengenai keberadaan orang tua dari sang anak. Ia pun menjawab jika ayahnya telah syahid karena berperang, sementara ibunya menikah lagi dan seluruh harta sang ayah dibawa oleh ayah tirinya. Anak itu juga mengaku diusir dari rumah.
Rasulullah lantas segera memeluk dan membelai anak tersebut sambil berkata, "Wahai ananda, maukah engkau saya menjadi ayahmu, Aisyah sebagai ibumu, dan Fatimah menjadi saudarimu?"
Dengan perasaannya yang penuh gembira, anak itu pun dibawa pulang oleh Rasulullah SAW, yang kemudian diberikan pakaian yang layak.
Setelah diberikan pakaian yang layak, anak tersebut kemudian kembali menemui teman-temannya. Dia tampak lebih bahagia dengan mengenakan pakaian yang baru.
Melihat itu, teman-teman sebayanya bingung. Si anak lantas berkata, "Kemarin aku lapar, haus dan yatim. Tetapi, sekarang aku bahagia karena Rasulullah SAW menjadi ayahku, Aisyah ibuku, Ali pamanku, dan Fatimah saudariku. Bagaimana aku tak bahagia?"
Namun anak-anak lain yang mendengar pengakuan itu merasa iri. "Andai saja bapak kami syahid saat peperangan, pasti sudah seperti engkau,"
Ketika Rasulullah SAW wafat, anak tersebut kembali yatim. Abu Bakar RA kemudian mengasuhnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


