Iklan RBTV

Ternyata Segini Gaji Patrick Kluivert, Nominalnya Fantastis

Ternyata Segini Gaji Patrick Kluivert, Nominalnya Fantastis

Patrick Kluivert--

Jika nominal itu dijadikan acuan, maka total kontraknya bersama Timnas Indonesia bisa mencapai Rp55 miliar.

BACA JUGA:Belum Banyak yang Tahu, Begini Cara Dapat Diskon 50% di Indomaret & Alfamart Pakai Kredivo PayLater

Rincian Kontrak dan Kompensasi Pemutusan

Pemutusan kontrak yang dilakukan pada Oktober 2025 berarti masih tersisa sekitar 14 bulan masa kontrak.

Dengan asumsi gaji Kluivert sebesar Rp1,3–1,5 miliar per bulan, maka kompensasi yang harus dibayarkan oleh PSSI diperkirakan mencapai Rp33 hingga Rp39 miliar.

Dalam 10 bulan masa kerja sejak Januari 2025, Kluivert disebut telah menerima sekitar Rp13–15 miliar.

Artinya, sisa kontrak yang belum dijalani itulah yang menjadi dasar perhitungan kompensasi.
Jumlah tersebut belum termasuk biaya tambahan seperti penalti kontrak, denda pemutusan sepihak, atau kerugian dari sponsor yang sudah terikat kerja sama dengan nama besar Kluivert.

Lebih lanjut, situs Transfermarkt mencatat bahwa kontrak Kluivert sebenarnya berlaku hingga Desember 2027, yang jika dihitung secara penuh, nilainya bisa mencapai Rp46,8 hingga Rp54 miliar.

Dengan pemutusan kontrak lebih dini, kompensasi aktual yang harus disiapkan PSSI kemungkinan berada di kisaran Rp33–39 miliar, meskipun angka itu masih bisa membengkak tergantung klausul dalam kontrak.

BACA JUGA:Wajib Tahu Sebelum Beli, Ini Kelebihan dan Kekurangan Tecno Camon 40 Pro 5G

Potensi Beban Hingga Rp80 Miliar

Pengamat sepak bola nasional Akmal Marhali menilai beban keuangan yang harus ditanggung PSSI bisa jauh lebih besar dari perhitungan di atas.

Ia mnyebut total kompensasi, termasuk untuk staf pelatih seperti Alex Pastoor dan Denny Landzaat, bisa mencapai Rp80 miliar.

“Kalau dalam kontraknya tidak disebutkan bahwa pelatih akan otomatis diberhentikan bila gagal membawa Indonesia ke Piala Dunia, maka PSSI wajib membayar kompensasi penuh. Dan jumlahnya tidak kecil,” jelas Akmal.

Ia juga menambahkan, jika memang ada klausul “gagal ke Piala Dunia berarti kontrak berakhir otomatis”, maka kompensasi bisa dihindari. Namun, jika klausul itu tidak tercantum, maka federasi harus membayar seluruh sisa kontrak dan hak-hak staf pelatih lainnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: