Iklan RBTV

Belum Banyak yang Tahu, Begini Tradisi Pernikahan Adat Minang

Belum Banyak yang Tahu, Begini Tradisi Pernikahan Adat Minang

Tahapan dan cara pernikahan adat Minang.--

3. Mahanta Siriah

Mahanta siriah dilakukan oleh kedua pihak calon mempelai. Disini, mempelai pria meminta izin atau memohon doa restu kepada orang tua, mamak-mamaknya, sesepuh yang dihormati, saudara ayah, dan keluarga lain yang telah berkeluarga. 

Kemudian mempelai pria akan membawa selepah daun nipah dan tembakau. Sedangkan mempelai wanita yang diwakilkan oleh kerabat wanita yang sudah berkeluarga datang dengan menghantar sirih lengkap. 

4. Babako-babaki

Babako-babaki dilaksanakan beberapa hari sebelum akad nikah. Bako yang berarti pihak keluarga dari ayah calon mempelai perempuan, mereka ingin menunjukkan kasih sayangnya dengan ikut meringankan biaya sesuai kemampuan mereka.  

Dimulai dari calon mempelai wanita yang dijemput dan dibawa ke rumah keluarga ayahnya. Disana, calon mempelai diberi nasihat oleh para tertua. 

Keesokan harinya calon mempelai wanita diarak saat kembali ke rumahnya diiringi seluruh keluarga ayahnya dengan membawa berbagai macam hantaran berupa sirih lebgkap, nasi kuning singgang ayam, dan barang yang diperlukan calon mempelai perempuan seperti busana, perhiasan, lauk pauk, kue-kue, dan sebagainya.

5. Malam Bainai

Bainai berarti memakaikan henna atau inai ke seluruh kuku calon pengantin. Malam bainai dilakukan malam hari sebelum akad nikah dan dilaksanakan di kediaman calon mempelai wanita.  

Malam bainai bermakna sebagai ungkapan kasih sayang dan doa restu dari para sesepuh keluarga calon mempelai wanita. Ada juga air yang berisikan keharuman tujuh bunga, daun inai tumbuk, payung kuning, kain jajakan kuning, kain simpai, dan juga kursi untuk calon mempelai wanita.

Calon mempelai wanita dibawa keluar dari kamar diapit oleh teman sebayanya dengan menggunakan baju tokoh dan sunting rendah. 

Selanjutnya, air keharuman tujuh bunga tadi dipercikan ke calon mempelai wanita oleh sesepuh dan kedua orangtua. Setelah itu kuku-kuku calon mempelai wanita diberikan inai, saat pemakaian inai akan diiringi syair minang dan bunyi seruling.

6. Manjapuik Marapulai

Manjapuik marapulai menjadi prosesi yang paling penting, dimana calon mempelai laki-laki dijemput dengan membawa sirih lengkap dengan carana dan dibawa ke rumah calon mempelai wanita untuk melaksanakan akad nikah. 

Pada acara ini pula calon mempelai laki-laki akan diberikan gelar pusaka sebagai simbol kedewasaan. Setelah prosesi sambah mayambah dan mengutarakan maksud kedatangan, calon mempelai laki-laki beserta keluarga akan diarak ke rumah calon mempelai wanita.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: