Iklan RBTV

Urutan Prosesi Lamaran Adat Jawa yang Penuh Makna

Urutan Prosesi Lamaran Adat Jawa yang Penuh Makna

Apa saja yang harus dipersiapkan jika ingin melamar perempuan Jawa?--

NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Dalam tradisi Jawa, proses melamar bukan sekadar menyampaikan niat untuk menikah, namun juga memperoleh restu untuk melamar seorang gadis Jawa sebagai calon istri. Ada serangkaian tahapan yang harus dilewati.

Ada beberapa tahapan yang perlu dilalui sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga calon mempelai wanita, sekaligus menunjukkan keseriusan pihak pria. Setiap proses memiliki makna tersendiri dan menjadi langkah untuk membangun hubungan yang baik antara kedua keluarga.

Berikut urutan tahapan lamaran dalam adat Jawa:

1. Congkong

Congkong menjadi langkah pertama sebelum lamaran resmi dilakukan. Pada tahap ini keluarga calon mempelai pria mengirim seorang utusan untuk berkunjung ke rumah calon mempelai wanita. 

Kunjungan tersebut bertujuan mencari informasi mengenai calon mempelai wanita. Seperti statusnya, kesiapan untuk menikah, hingga latar belakang keluarganya, untuk memastikan apakah calon mempelai wanita memenuhi kriteria yang diinginkan oleh keluarga mempelai pria atau belum. 

Proses ini dilakukan secara santun dan penuh tata karma, melalui congkong keluarga calon mempelai pria dapat memastikan bahwa semua informasi sudah jelas sebelum melangkah ke proses berikutnya.

BACA JUGA:4 Rekomendasi Spot Mancing di Batam yang Wajib Dicoba

2. Salar

Jika hasil congkong dinilai baik maka tahapan selanjutnya adalah salar. Pada proses ini utusan dari keluarga calon mempelai pria kembali menemui keluarga calon mempelai wanita untuk menyampaikan maksud yang lebih serius. Kunjungan ini bertujuan memastikan apakah pihak wanita bersedia menerima niat baik dari keluarga pria.

Apabila keluarga calon mempelai wanita memberikan persetujuan, maka kedua belah pihak dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Biasanya orang yang menjadi utusan saat congkong juga dipercaya untuk menjalankan prosesi salar agar komunikasi tetap berjalan dengan baik.

3. Nontoni

Setelah kedua keluarga mencapai kesepakatan awal, tibalah saatnya calon mempelai dipertemukan dalam prosesi yang dikenal sebagai nontoni. Pada masa lalu pasangan sering kali belum saling mengenal sebelum tahap ini, sehingga nontoni menjadi momen perkenalan pertama.

Selain mempertemukan kedua calon mempelai, acara ini juga menjadi kesempatan bagi keluarga besar untuk saling mengenal. Suasana biasanya berlangsung hangat dan penuh keakraban, dalam kesempatan ini kedua keluarga mulai berdiskusi mengenai rencana menuju pernikahan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: