Iklan RBTV

KKT Bencoolen Gelar Ritual Sakral 'Ngambik Tanah' Pertanda Tradisi Tabut Dimulai

KKT Bencoolen Gelar Ritual Sakral 'Ngambik Tanah' Pertanda Tradisi Tabut Dimulai

Ritual Ngambik Tanah sebagai pertanda ritual Tabut dimulai--

BENGKULU, RBTV.DISWAY.ID - Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Bencoolen gelar ritual sakral 'Ngambik Tanah' sebagai pertanda  masuknya bulan Muharram dan dimulainya ragkaian festival Tabut 2025.

Prosesi Ngambik (mengambil) tanah, Kamis (26/6) malam, dilakukan di dua lokasi, yaitu di gerga Tabut Imam yang berada di Jalan Nala (Pantai Nala) dan gerga yang berada di Tapak Paderi.

Sudah menjadi tradisi turun-menurun,  selama 10 hari Muharram ini akan digelar festival Tabut di Provinsi Bengkulu.

BACA JUGA:Koperasi Merah Putih Bisa Ajukan Pinjaman Bank Mulai 1 Juli 2025, Segini Bunganya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, prosesi mengambil tanah tahun ini, Kerukunan Keluarga Tabut (KKT) Becoolen tidak pamit kepada Rajo Agung.

Ketua KTT Bencolen Achmad Syiafril Syahboedin, mengatakan, walaupun tidak berpamitan dengan Rajo Agung, ritual sakral tetap berjalan sebagaimana mestinya dan tetap akan dilakukan di Lapangan Merdeka Kota Bengkulu. 

“Tidak ada prosesi Pamit Rajo Agung, kami berharap ke depan, kebudayaan tabut yang telah memiliki hak kekayaan intelektual dapat lebih baik,” ujar Ketua KKT.

BACA JUGA:Sambut Tahun Baru Islam 2025, Gubernur Helmi Hasan Hadiri Zikir Akbar di Masjid Baitul Izzah Bengkulu  

Ritual pengambilan tanah yang dilakukan KKT Bencoolen idimulai dengan berjalan kaki dari Tugu Dhol di depan Hotel Fadilah Kota Bengkulu, dan kemudian berjalan kaki ke lokasi dengan diiringi musik dhol. 

Acmad Syiafril menjelaskan, prosesi pengambilan tanah ini digelar dengan membawa sesaji berupa:

  • Bubur merah putih
  • 5 jenis campuran air, antara lain air jeruk, air jahe, dan air cendana
  • 7 lembar daun sirih
  • 7 batang rokok. 

BACA JUGA:Sistem Pemilu Indonesia Berubah Lagi, Pemilihan DPRD Diserentakan dengan Pilkada

Ritual Ngambik Tanah dimulai dengan menyiram 5 campuran air yang telah mereka bawa ke tanah yang dianggap keramat,

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait