NASIONAL, RBTV.DISWAY.ID - Kepanikan warga Brazil belum usai pasca terjadinya hujan katak di salah satu desa di Negeri Samba ini. Kepanikan ini bahkan sampai ke masyarakat Indonesia.
Namun tidak banyak yang tahu, jika hujan katak tidak hanya terjadi pertama kali di Brazil. sebelumnya, ada juga beberapa negara lainnya yang pernah mengalamni kejadian aneh ini, seperti di Jepang, Serbia, dan Amerika Serikat.
Lantas, apakah mungkin jika hujan katak bisa terjadi di Indonesia atau negara lainnya? Apa yang menjadi ciri wilayah yang bisa terjadi hujan katak?
Berdasarkan penjelasan para ilmuwan, hujan katak terjadi akibat adanya tornado air (waterspout) yang menyedot katak dari kolam atau perairan lain, lalu membawanya ke udara dan menjatuhkannya kembali saat tornado mereda.
BACA JUGA:Harga BBM Naik, Ini Harga Terbaru BBM di Bengkulu Berlaku Mulai 1 November 2025
Teori inilah yang juga menjelaskan mengapa hewan yang jatuh biasanya hanya satu jenis saja dan berasal dari satu habitat yang sama.
Sehingga jika berdasarkan penjelasan dari ilmuwan, hujan katak diprediksi bisa terjadi di wilayah yang memiliki ciri berikut ini:
- Dekat dengan habitat katak
Wilayah tersebut biasanya berdekatan dengan sumber air tawar seperti rawa, sungai, danau, atau kolam yang mana ini merupakan habitat alami dari katak-katak tersebut.
- Kondisi cuaca ekstrem
Seperti dijelaskan sebelumnya, jika hujan katak terjadi oleh kondisi cuaca yang ekstrem, seperti adanya puting beliung (waterspout jika terjadi di atas air) atau badai dengan angin yang sangat kencang.
Sehingga, wilayah yang kerap mengalami situasi ekstrem seperti ini kemungkinan besar juga bisa berpotensi dihujani katak atau hewan kecil lainnya.
- Adanya mekanisme pengangkatan
Fenomena ini membutuhkan pusaran udara yang cukup kuat untuk mengangkat katak (dan air di sekitarnya) ke atmosfer dan membawanya dalam jarak tertentu.
- Lokasi jatuhnya hewan