Sekalipun makan atau minuman tersebut kurang begitu kita sukai, maka kita tidak perlu untuk mencelanya. Cukuplah dengan menolak dan menyampaikan alasan yang baik serta tidak menyinggung.
Bahkan, hal ini pernah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW. Berdasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, disebutkan jika Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan atau minuman sama sekali.
Jika beliau menyukai makan tersebut, maka beliau akan memakannya. Namun, apabila beliau tidak menyukainya, maka beliau akan meninggalkannya dan tidak mencela.
10. Menghindari Menggunakan Peralatan Makan dan Minum dari Emas atau Perak
Sebagai seorang muslim, ternyata kita dilarang untuk memakai peralatan makan atau minun yang terbuat dari bahan dasar emas atau perak.
Sebab, sebagaimana telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW, sesungguhnya peralatan dari emas dan perak ini adalah peralatan untuk orang kafir di dunia.
Oleh karena itu, kita bisa menggantinya dengan alternatif berupa peralatan dari kayu atau stainless.
Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda, yang artinya barangsiapa yang makan dan minum dari bejana atau peralatan emas dan perak, maka sesungguhnya dia diibaratkan telah memasukkan api neraka ke dalam perutnya. Hadis tersebut pun diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
11. Mengambil Kembali Makanan yang Telah Jatuh
Untuk sebagian orang, makanan yang sudah jatuh mungkin dianggap sebagai makanan yang kotor dan tidak lagi layak untuk di makan. Namun ternyata, hal ini berbeda dengan adab makan dan minum dalam Islam.
Pasalnya, Islam justru menganjurkan kita untuk selalu menghargai setiap makanan yang ada, bahkan meski hanyalah sebutir nasi.
Untuk makanan yang jatuh pun, Rasulullah mengajarkan agar kita kembali mengambilnya dan membuang bagian yang kotor untuk kemudian dimakan kembali.
Berdasarkan pada hadis riwayat At-Tirmidzi, Rasulullah pernah bersabda yang artinya jika kita tengah makan lalu makanan tersebut jatuh, maka hendaknya kita mengambil kembali makanan tersebut.
Kita cukup membuang bagian yang kotornya saja lalu makanan tersebut dapat kembali kita makan. Karena, jangan sampai kita membiarkan makanan jatuh tersebut untuk setan.
Rendra Aditya