Terjadinya siang dan malam adalah salah satu akibat rotasi Bumi yang paling sering diamati. Adanya siang dan malam di Bumi terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian Bumi yang menghadap Matahari dan yang membelakangi Matahari.
Wilayah atau daerah bagian Bumi yang menghadap Matahari akan mengalami siang hari. Sedangkan, daerah bagian Bumi yang membelakangi Matahari akan mengalami malam hari.
Bumi akan terus berputar pada porosnya, peristiwa ini berjalan terus menerus. Itu lah yang menyebabkan manusia di Bumi selalu mengalami kondisi siang dan malam.
BACA JUGA:6 Negara Ini Dihantam Gelombang Panas Ekstrem, Bagaimana dengan Indonesia?
2. Perbedaan Waktu di Berbagai Wilayah
Akibat rotasi Bumi selanjutnya adalah perbedaan waktu. Misal, kalau kamu menelpon temanmu yang tinggal di Washington DC, Amerika Serikat (AS) pada siang hari pada pukul 11.42 WIB dari Jakarta, Indonesia.
Kemungkinan, teman kamu nggak mengangkat telepon darimu karena dia sudah tidur. Pasalnya, Indonesia dan AS memiliki perbedaan waktu 11 jam. Waktu Indonesia lebih cepat 11 jam dari AS.
Sehingga, kalau pada pukul 11.42 WIB dari Jakarta, waktu di AS sudah menunjukkan pukul 00.42 dini hari. Di mana jam itu yang biasanya digunakan untuk tidur dan beristirahat.
3. Gerak Semu Harian Matahari
Telah disinggung sebelumnya, rotasi Bumi mengakibatkan adanya gerak semu harian Matahari. Akibat gerak semu harian Matahari, kita yang ada di Bumi melihat seolah olah melihat kalau Mataharilah yang bergerak dan berputar dari Timur ke Barat.
Padahal Bumi yang bergerak berputar mengelilingi Matahari dari Barat ke Timur. Gerak yang tidak sebenarnya Matahari dan Bumi disebut gerak semu harian bintang. Gerak semu harian disebut karena kita dapat mengamatinya setiap setiap saat.
BACA JUGA:Mengerikan, Korban Meninggal Dunia Akibat Gelombang Panas di India Hampir 170 Orang