SELUMA, RBTV.Camkoha.com - Suasana kurang kondusif terjadi di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG di Provinsi Bengkulu.
Ada 25 unit SPPG MBG yang telah dibangun dengan progres 80 persen, disegel para tukang yang belum menerima upah atau haknya.
Hal ini diungkapkan Ahmad Yani (52) selaku Koordinator Mandor seluruh tukang bangunan yang rata-rata didatangkan dari pulau Jawa.
BACA JUGA:Selamat! Ini Pemenang Lomba FINDACIL dan Hadroh Kampung ramadhan Syariah Merah Putih 2026
Ia mengaku aksi penyegelan dapur MBG di seluruh Provinsi Bengkulu ini karena bentuk kekecewaan para pekerja yang berjumlah sekitar 200 orang,.
Mendekati Lebaran Idul Fitri, para pekerja yang hendak mudik belum menerima haknya.
"Total pekerja ini ada sekitar 200 orang, bangunan yang sudah kita segel ada 25 unit Seprovinsi Bengkulu, kalau di Seluma 2 unit, di Bengkulu Selatan 2 unit dan di Kaur 3 unit," terang Ahmad Yani.
BACA JUGA:Pengusaha Asal Jakarta Barat Jadi Tersangka ke 9 Kasus Dugaan Korupsi PLTA Musi
Lanjutnya, total tagihan untuk upah pekerja secara keseluruhan sebesar Rp3 miliar, namun untuk kebutuhan gaji karyawan yang diusulkan kepada Jaka Nugraha selaku Project Direktur PT. Adi Karya untuk proyek MBG ini sebesar Rp1,7 miliar untuk 200 pekerja yang telah bekerja selama 4 minggu.
"Mereka ini sudah 4 Minggu bekerja pak, mau mudik lebaran tapi upah belum diterima, apa yang mau kami berikan kepada keluarga kami nanti, karena kalau total tagihan untuk upah pekerja secara keseluruhan sebesar Rp3 miliar, kami baru usulkan sesuai kebutuhan Rp1,7 miliar untuk modal mudik para pekerja," ucap Ahmad Yani.
BACA JUGA:Benarkah Peserta BPJS Ketenagakerjaan Akan Otomatis Kehilangan Bansos? Ini Penjelasan Pemerintah
Sementara itu, pihak PT. Adi Karya telah menyiapkan bus Putra Rafflesia untuk memfasilitasi kepulangan para pekerja yang hendak mudik ke Pulau Jawa, namun para pekerja belum mau pulang sebelum haknya dibayarkan secara keseluruhan.