Perkiraan Lebaran Iduf Fitri 1447 H Versi Brin, BMKG, NU dan Muhammadiyah

Selasa 17-03-2026,11:57 WIB
Reporter : Putri Nurhidayati
Editor : Purnama Sakti

NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Kapan sebenarnya Idul Fitri tahun ini? Pertanyaan ini mulai banyak terdengar. 

Penentuan 1 Syawal menjadi momen penting, karena menandai berakhirnya ibadah puasa ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri. Oleh karena itu, banyak umat Islam yang menanti-nanti penetapan 1 Syawal.

Penetapan awal bulan hijriah, termasuk bulan Syawal dilakukan lewat mekanisme sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama. Penentuan ini menggabungkan dua metode utama, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).

Nantinya, hasil perhitungan posisi bulan akan dipadukan dengan laporan pengamatan hilal dari berbagai daerah, setelah itu barulah pemerintah mengumumkan keputusan.

Sementara itu, sejumlah lembaga dan organisasi Islam juga sudah menyampaikan prediksi awal mengenai kemungkinan kapan Idul Fitri 1447 Hijriah berdasarkan kriteria dan metode yang mereka gunakan.

Namun, perbedaan metode ini membuat kemungkinan tanggal lebaran di Indonesia bisa berbeda. Berikut prediksi dan penetapannya dari berbagai versi.

BACA JUGA:Daftar Kepala Daerah yang Terjaring OTT KPK Sepanjang Januari-Maret 2026

Versi BRIN

Jika melihat dari versi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang memprediksi jika 1 Syawal 1447 Hijriah akan jatuh pada 21 Maret.

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN Thomas Djamaluddin mengatakan secara astronomi pada saat Kamis (19/3) waktu Maghrib di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Dengan demikian ia memprediksi jika1 Syawal atau Lebaran Idul Fitri 2026 akan jatuh pada 21 Maret 2026.

Kriteria MABIMS untuk penentuan awal bulan hijriah seperti ramadhan dan Syawal menetapkan visibilitas tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

Pada laman blognya, Thomas menerangkan jika pada saat Maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara posisi hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS, maka 1 Syawal 1447 = 21 Maret 2026.

Menurutnya, posisi hilal pada tanggal tersebut belum memenuhi syarat visibilitas. Namun, jika menggunakan kriteria lain seperti yang digunakan Turki, hasilnya berbeda, yakni 20 Maret 2026.

"Maka menurut kriteria Turki, 1 Syawal 1447 = 20 Maret 2026," tambahnya.

Kategori :