- Kopi
Berbeda dengan teh, antioksidan dalam kopi rupanya dapat mencegah risiko diabetes tipe 2, parkinson, dan jenis kanker tertentu.
Jadi, konsumsi kopi akan memberikan manfaat apabila dikonsumsi dalam takaran yang pas.
Hanya saja, kopi memiliki sifat asam yang lebih tinggi daripada teh sehingga berisiko menimbulkan gangguan pencernaan.
Meskipun kopi adalah minuman populer di seluruh dunia, Food and Drug Administration (FDA) menyarankan batas asupan kafein maksimal 400 miligram (mg) per hari.
Jadi, angka tersebut setara dengan 4 gelas kopi (1 gelas = 250 ml).
BACA JUGA:Update Tabel Pinjaman BNI Fleksi Terlengkap 2026 Berdasarkan Suku Bunga dan Tenor Pilihan
Mana yang lebih sehat?
Jadi, kopi dan teh sama-sama punya manfaat bagi kesehatan tubuh. Kopi dikaitkan dengan manfaat kesehatan yang melimpah, di antaranya mencegah penyakit Parkinson dan penurunan risiko diabetes tipe 2.
Lebih dari itu, bahkan kopi dengan kandungan kafeinnya yang lebih tinggi bisa jadi baik untuk mereka yang mencari penawar energi instan.
Hanya saja, kopi juga dapat menyebabkan kecemasan dan gangguan tidur pada orang yang sensitif.
Sementara itu, mengonsumsi teh rupanya bisa melindungi dari gigi berlubang, batu ginjal, serta menurunkan tingkat pengeroposan tulang.
Nah, bagi Anda yang sensitif terhadap kafein, teh mungkin adalah pilihan yang lebih baik. Kenapa demikian?
Ya, hal itu karena teh mengandung L-theanine yang bersifat menenangkan dan dapat membuat tubuh lebih rileks.
BACA JUGA:Beban Belanja Pegawai Tembus 42 Persen, Apakah Pemkab Seluma Buka Penerimaan CPNS 2026?
Putri Nurhidayati