NASIONAL, RBTVCamkoha.com - Salah satu penyakit yang menjengkelkan dan seringkali terjadi pada pohon sawit permasalahan pada akar sawit. Tak jarang bahkan kondisi ini membuat banyak petani yang bingung dan gelisah.
Bahkan, tidak sedikit yang sampai menyerah. Padahal, permasalahan ini sebenarnya masih bisa diobati asalkan kondisinya belum terlalu parah.
Mengatasi penyakit akar pada kelapa sawit, terutama akibat Ganoderma (busuk pangkal batang), tentu saja memerlukan pendekatan terpadu (PHT) yang meliputi penggunaan agen hayati Trichoderma, sanitasi lahan, serta perbaikan drainase.
Langkah utama yang dilakukanadalah dengan melibatkan aplikasi Trichoderma pada bibit dan tanah, pemusnahan sumber infeksi (bonggol sawit lama), dan penggunaan fungisida jika diperlukan.
BACA JUGA:Jangan Sampai Menyesal, Ini 4 Ciri Bibit Kelapa Sawit yang Bagus Menurut Ahli
Berikut adalah cara mengatasi penyakit akar kelapa sawit secara terperinci:
1. Pengendalian Biologis (Agen Hayati)
- Aplikasi Trichoderma sp
- Pertama adalah dengan menggunakan jamur Trichoderma sebagai musuh alami Ganoderma. Jamur ini dapat diaplikasikan sejak di pembibitan, saat pre-nursery hingga main-nursery.
- Aplikasi Ganor+
- Kemudian dengan penggunaan fungisida organik Ganor+ yang sudah terbukti dapat menurunkan risiko busuk pangkal batang pada bibit.
2. Pengendalian Budidaya dan Sanitasi
- Sanitasi Lahan
- Dengan mengeluarkan bonggol, akar, dan batang sawit lama yang terinfeksi dari lahan sebelum penanaman kembali (replanting) untuk mengurangi inokulum jamur.
- Penyulaman (Blocking)
- Melakukan penanaman kembali pada tanaman yang sudah mati atau terinfeksi parah dengan bibit baru yang lebih tahan.
- Perbaikan Drainase
- Memastikan drainase lancar terutama saat musim hujan untuk mencegah kelembaban berlebih yang disukai jamur.
- Pemberian Tanah
-
Menimbun kembali pangkal batang yang terkena serangan dengan tanah yang sehat, dicampur dengan pupuk kandang dan Trichoderma.
3. Pengendalian Kimiawi (Langkah Terakhir)
- Infus Akar
- Teknik memasukkan bahan aktif fungisida langsung ke akar tanaman untuk tanaman yang sudah terinfeksi, sebagaimana dijelaskan dalam penelitian dari.
- Aplikasi Fungisida
- Penyemprotan atau penyiraman fungisida khusus, seperti penggunaan hidrogen peroksida 50% sebagai desinfektan tanah.
4. Pencegahan
- Penggunaan Bibit Unggul
- Menggunakan varietas kelapa sawit yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap penyakit.
- Pemantauan Rutin (Sensus)
- Melakukan pemeriksaan rutin terhadap tanda-tanda penyakit, seperti pelepah patah atau daun kuning pada pucuk, untuk deteksi dini.
BACA JUGA:9 Provinsi Penghasil Kelapa Sawit Terbesar di Indonesia, Ada Daerahmu?
Dengan menerapkan kombinasi metode di atas, infeksi penyakit akar dapat ditekan dan masa produktif tanaman kelapa sawit dapat dipertahankan. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!
Putri Nurhidayati