Diharapkan kedua pengantin memiliki hati yang bersih dan suci serta kemauan yang keras untuk mencapai tujuan bersama.
BACA JUGA:Perjuangan dan Jasa RA Kartini bagi Kaum Perempuan di Indonesia
2. Sungkeman
Sungkeman adalah kedua pengantin berjalan jongkok serta menundukkan kepala untuk meminta restu dari kedua orangtua. Ini dimulai dari orang tua pengantin wanita dan dilanjutkan meminta restu dari orang tua pria.
Filosofi dari sungkeman:
Sungkeman adalah salah satu bentuk penghormatan kepada orang tua. Dengan dilaksanakannya proses sungkeman, ini merupakan budaya timur yaitu hormat kepada orang tua.
Proses adat ini tak hanya saat dalam pernikahan adat jawa secara tradisional, pernikahan adat jawa modern pun tidak luput dari ritual sungkeman.
3. Siraman
Siraman adalah proses yang diawali dengan proses nyantri atau pengajian. Ritual siraman ini dilakukan oleh orang tua calon pengantin yang dilakukan oleh tujuh orang atau hitungan ganjil seperti tiga atau lima orang bisa dari pihak keluarga atau orang yang dituakan. Adapun air yang digunakan adalah air yang sudah ditaburi kelopak mawar.
Filosofi dari siraman:
Pembersihan diri dari hal-hal yang tidak baik yang ada di dalam hati, pikiran dan badan dari para pengantin
4. Pecah kendi dan dodol dawet
Pecah kendi dan dodol dawet merupakan salah satu ritual adat pernikahan. Ritual ini layaknya mengajarkan kehidupan yang akan dijalankan oleh kedua pengantin dimana istilah dodol dawet atau “jualan dawet”.
Ritual ini dijalankan orang tua pengantin yaitu mertua wanita menyiapkan dawet dan menjajakannya ke semua tamu undangan sedangkan pengantin pria menerima pembayaran. Uniknya, pembayarannya bukanlah menggunakan uang tapi menggunakan pecahan kendi.
BACA JUGA:5 Penyebab dan Cara Mengatasi Permukaan Kompor yang Cepat Kusam dan Sulit Dibersihkan
Filosofi dari pecah kendi dan dodol dawet: