Urutan Lengkap Pernikahan Adat Jawa, Makna serta Filosofinya

Selasa 21-04-2026,14:31 WIB
Reporter : Putri Nurhidayati
Editor : Purnama Sakti

Bubak kawah diawali dengan pemandu acara menceritakan proses tumbuhnya dari anak kecil hingga dia menjadi dewasa dalam acara ini biasanya diiringi dengan canda gurau yang membuat acara lebih rileks dan tidak terkesan kaku.

Dialnjutkan dengan proses pembagian bubak kawah yang berisi kebutuhan rumah tangga peralatan dapur hingga uang yang nantinya diperebutkan oleh para tamu undangan.

Filosofi dari bubak kawah:

Rasa syukur telah dibukanya pernikahan pertama dalam keluarga

14. Wijikan atau ranupada

Ini adalah proses seorang pengantin wanita membasuh kaki pengantin prianya dengan air. Filosofi dari wijikan atau ranupada, sebagai bentuk bakti seorang istri kepada suami.

15. Tanem jero

Kedua pengantin menghadap arah tamu undangan dengan membelakangi pelaminan dan orang tua wanita memegang pundak atau bahu kedua pasangan dan mendudukkannya kepelaminan.

Filosofi tanam jero:

Pengharapan kedua pasangan akan selamanya cinta dan bersama-sama sampai akhir hayatnya

16. Ngunduh mantu

Ngunduh mantu adalah sebuah proses pernikahan adat Jawa pasca resepsi dan biasanya dilaksanakan 5 sampai dengan 7 hari pasca acara pernikahan.

Khusus untuk ngunduh mantu, proses adat ini dilakukan dikediaman lelaki dengan diiringi rombongan dari keluarga wanita serta selanjutnya prosesi imbal wicara.

17. Imbal wicara

Imbal wicara merupakan dialog dari kedua belah pihak keluarga yang berisi tentang penyerahan mempelai wanita kepada keluarga laki-laki. Ini merupakan acara terakhir sebelum dilaksanakannya acara paripurna dari pernikahan adat jawa.

Demikian rutan pernikahan adat Jawa yang unik namun masih dilakukan hingga saat ini serta filosofinya. 

Kategori :